Aparat Polda DIY menunjukkan barang bukti kegiatan mempertontonkan hubungan seks. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Aparat Polda DIY menunjukkan barang bukti kegiatan mempertontonkan hubungan seks. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Berkas Kasus Veyourisme Dilimpahkan ke Jaksa Awal Tahun

perdagangan manusia
Ahmad Mustaqim • 27 Desember 2018 19:08
Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  akan segera melimpahkan berkas tersangka penyelenggaraan tontonan hubungan badan atau veyourisme ke kejaksaan. Polisi menyatakan berkas sudah hampir selesai.
 
Kepala Bidang Humas Polda Daerah Istimewa Yogyakarta, AKBP Yuliyanto mengatakan aparat sudah memeriksa setidaknya 15 saksi dalam kasus itu. Di antara saksi yang diperiksa yakni pemilik penginapan dan petugas jaga dari kawasan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. 
 
"Anggota kami yang melakukan penggerebekan juga kami periksa. Mudah-mudahan awal Januari (2019) berkas bisa dikirim ke kejaksaan," kata Yuliyanto di Mapolda DIY, Kamis, 27 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Polda DIY Bongkar Jasa Tontonan Veyourisme
 
Ia mengatakan tersangka dalam kasus itu masih dua orang, yaknia AS dan HK. Menurut dia, aparat belum memastikan apakah akan ada penambahan tersangka atau tidak. 
 
"Mereka (tersangka) ini memberi kesempatan berbuat asusila dan perdagangan orang, yang lain sebatas menonton. Ada yang memberikan kesempatan. Yang dapat keuntungan satu orang," kata dia. 
 
Meski demikian, aparat tak menahan tersangka. Ia menyebutkan tersangkanya hanya berstatus wajib lapor. 
 
Adapun peristiwa tersebut sudah dilakukan penyelenggara sebanyak empat kali di lokasi berbeda. Fakta teranyar, orang yang ditonton (pemeran veyourisme) justru yang membayar. Uang yang dikeluarkan di antaranya Rp1 juta, Rp300 ribu, serta Rp200 ribu. 
 
"Mereka (orang yang ada di dalam peristiwa veyourisme) ini saling mengenal. Sejauh ini, belum ada informasi soal bisnis lain, misalnya (menjual) video, karena saat peristiwa belum sempat merekam sudah digerebeg," ujarnya. 
 
Polda DIY sebelumnya menggerebek kegiatan veyourisme di salah satu penginapan di sebuah penginapan di Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Sebanyak 10 orang sempat diperiksa sebelum penetapan dua tersangka. 
 
Aparat menjerat tersangka AS dan HK dengan Pasal 296 KUHP atau Pasal 506 KUHP yaitu memudahkan maupun membiarkan orang melakukan perbuatan cabul. Kemudian dengan Pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang. 
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi