Aksi anak-anak di Kudus membuat permainan antikorupsi dengan koin berani jujur, Medcom.id - Rhobi Shani
Aksi anak-anak di Kudus membuat permainan antikorupsi dengan koin berani jujur, Medcom.id - Rhobi Shani (Pythag Kurniati, Rhobi Shani)

Siswa 'Berantas Korupsi' Melalui Koin Berani Jujur

hari antikorupsi internasional
Pythag Kurniati, Rhobi Shani • 10 Desember 2018 19:45
Kudus: Puluhan anak duduk melingkar sesuai dengan kelompoknya di aula SMP Keluarga Kudus, Jawa Tengah. Hari ini, puluhan anak-anak itu tengah memperingati Hari Antikorupsi dengan aneka jenis permainan mengasah wawasan, integritas, dan kejujuran. 
 
Salah satu jenis permainan itu adalah Koin Antikorupsi.  Seperti apa permainan ini?
 
Permainan Koin Antikorupsi ini cukup lucu. Cara memainkannya yaitu dengan memasukkan koin pada kotak styrofoam yang berdiri vertikal. Di koin tersebut terdapat tulisan 'Berani Jujur Hebat', sama persis dengan slogan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah koin dimasukkan dari atas, maka akan jatuh ke bawah, di bagian bawah sudah terdapat berbagai gambar koruptor. Sebelum koin benar-benar sampai ke bawah, maka akan melewati hambatan berupa paku, sesampainya di bawah ketika koin jatuh tepat di bagian gambar koruptor, maka dia yang memasukkan koin berhak mendapat hukuman. Tenang, hukumannya tidak berat, hanya menjawab pertanyaan berkisar integritas, kejujuran, serta ketaatan di ruang publik.
 
Permainan ini dibuat oleh Mario Andika Panduvinata dan Victor Marvin Virdianto. Keduanya merupakan siswa kelas IX SMP Keluarga Kudus. Dua lelaki yang masih berusia belia ini mencoba mengajarkan kejujuran serta menjauhi praktik kejahatan yang tergolong extra ordionary crime berupa korupsi kepada siapa saja yang bermain.
 
"Kejujuran harus dimulai dari diri sendiri. Caranya bisa lewat permainan saat bermain dengan teman," kata Mario, Senin, 10 Desember 2018.
 
Siswa lainnya, Otniel, nampak sibuk memberi pertanyaan kepada siapa saja yang menyambangi kelompoknya. Dengan sebidang potongan kardus, siswa kelas VII itu menyodorkannya, di muka kardus sudah terdapat pelapis kertas warna mana lengkap dengan kotak serta berbagai pertanyaan.
 
"Ini namanya teka-teki silang. Bagi yang bisa menjawab semua, bisa mendapat permen," kata siswa bernama lengkap Otniel Victor Sugiarto.
 
Teka-teki silang itu tidak dibuat seorang diri. Otniel bersama tiga kawan lainnya yang membuatnya. Yaitu Nirvana Sabathani, Rafael Gerrard, dan Allesia Pruedence Handoyo. Mereka merupakan siswa kelas VII. Ini disiapkan guna memperingati hari antikorupsi yang jatuh pada sehari sebelumnya.
 
Berbagai pertanyaan pada teka-teki itu tidak jauh soal integritas, kejujuran, wawasan kebangsaan, serta antikorupsi. Lantas cara memainkannya yaitu dengan menjawab satu per satu pertanyaan, kemudian menjawabnya dengan cara memasukkan potongan kertas huruf di setiap kotak. Sehingga tersusun kata, misalnya 'KORUPTOR' atau 'DIPENJARA'. Kata itu muncul setelah menjawab pertanyaan yang terdapat di sisi kanan bawah.
 
Selain keduanya masih terdapat berbagai macam permainan antikorupsi yang dibuat siswa SMP Keluarga Kudus. Di saat yang bersamaan 100 siswa SD Cahaya Nur dan SD Kanisius berkunjung ke SMP Keluarga. Mereka diajak bermain bersama.
 
"Ini didesain bersamaan dengan hari antikorupsi, sekaligus mengajarkan anak agar menjauhi praktik korupsi," kata guru SMP Keluarga Kudus, Basuki Sugita.
 
Di sekolah ini, disampaikan Basuki, terdapat mata pelajaran yang tidak diajarkan di kebanyakan sekolah. Yaitu mata pelajaran antikorupsi. Sudah sejak 2005, SMP Keluarga mengajarkannya. Dan setiap tahun, saat peringatan hari antikorupsi selaku diperibgati dengan even, pada tahun sebelumnya misalnya, digelar cipta puisi antikorupsi.
 
"Untuk tahun ini peringatannya dengan permainan hasil inovasi siswa. Kami berharap mereka merupakan generasi yang jujur dan tidak korupsi ke depanya," pungkas Basuki.
 
Blusukan Bagi Bunga
Sementara itu di Solo, Jateng, Kejari menggelar aksi simpatik memperingati Hari Anti Korupsi Internasional. Mereka blusukan sambil membagikan bunga mawar kepada warga dan pedagang di Pasar Gede Solo. Peringatan Hari Korupsi Internasional bertepatan pada Senin, 10 Desember 2018.
 
Selain bunga mawar, mereka juga membagikan helm dan stiker seruan antikorupsi. Saat berinteraksi dengan warga, petugas menekankan tentang bahaya korupsi.
 
Kasi Intel Kejari Solo, Singgih Kurniawan, mengatakan aksi dilakukan agar korupsi dapat dicegah dimulai dari rakyat kecil. "Kita ingatkan sejak awal bahwa korupsi bisa terjadi di mana saja," ujarnya.
 
Pemilihan pasar sebagai tempat sosialisasi pun dianggap tepat. Sebab pasar merupakan pusat orang bertransaksi jual beli.
 
"Di pasar ini kita bisa langsung menyentuh masyarakat di kelas bawah. Harapannya mata rantai korupsi bisa diputus," katanya.
 
Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Gede, Rohmat, menilai korupsi di Indonesia sudah merajalela. Dia berharap koruptor dihukum seberat-beratnya.
 
"Kalau perlu tidak hanya penjara, tapi dimiskinkan juga. Percuma nanti setelah lepas bisa kaya lagi," kata dia.
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif