Alat berat menyelesaikan pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (14/12/2018). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko.
Alat berat menyelesaikan pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (14/12/2018). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko. (Ahmad Mustaqim)

PT Angkasa Pura Yakin NYIA Tetap Operasional April

bandara yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 21 Maret 2019 19:23
Kulon Progo: Proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta sempat terdampak banjir pada Minggu, 17 Maret 2019. PT Angkasa Pura mengklaim kondisi itu tak berpengaruh signifikan pada proyek pembangunan. 
 
Pimpinan Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I, Taochid Purnama Hadi membantah adanya banjir di area mega proyek senilai Rp6,1 triliun tersebut. Sempat beredar gambar adanya genangan air saat hujan mengguyur sebagian besar wilayah DIY akhir pekan lalu. 
 
"(Genangan air) itu di pintu masuk barat saja, itu sebentar. Terus kemudian kita sodet itu. Sekarang sudah aman," kata Taochid saat dihubungi Medcom.id Kamis, 22 Maret 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taochid mengatakan, tak tahu persis berapa kedalaman genangan. Taochid juga mengaku sempat ada peringatan dari kepala desa setempat agar melakukan antisipasi. 
 
Di sisi lain, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X pernah mengingatkan pengerjaan proyek harus mewaspadai potensi genangan saat hujan. Potensi itu muncul lantaran sejumlah titik di lokasi proyek itu masuk kategori rawa. 
 
Taochid pun mengakui hujan sempat menghentikan proses pengerjaan proyek di sejumlah titik, termasuk pengaspalan runaway. Namun, ujarnya, pengerjaan gedung-gedung tetap bisa berjalan lantaran dalam posisi tertutup. 
 
"Dari operasional siap-siap buat antisipasi. Gak lama (genangannya) naik, sodet, sudah nyaman (melanjutkan pembangunan)," ucapnya. 
 
Ia memperkirakan, progres pembangunan untuk target operasional perdana penerbangan Internasional pada bulan April hampir 90 persen. Para pekerja kini masih mengejar pengerjaan runaway, gedung kargo, dan gedung Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP PK). 
 
Menurut dia, sejumlah keperluan untuk operasional perdana sebagian besar sudah siap, termasuk ruang tunggu penumpang. "(Ruang tunggu penumpang) sudah selesai dan kursi-kursu juga sudah ada. Aksesibilitas juga kita kerjakan," ungkapnya. 
 
Pihaknya mengaku masih menunggu proses sertifikasi sebelum operasional perdana. Hasil proses sertifikasi akan menjadi catatan untuk ditindaklanjuti pembenahan. Setelah proses itu, akan dilakukan uji coba penerbangan. 
 
"Jadi masih butuh waktu untuk itu (uji coba penerbangan) semua. Untuk progres keseluruhan (pembangunan) masih sekitar 40 persen  Insyaallah (operasional April) masih bisa tercapai," ucapnya.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif