ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id (Rhobi Shani)

57 Desa di Jepara Rawan Longsor

bencana longsor bencana banjir
Rhobi Shani • 25 Oktober 2018 12:52
Jepara: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mencatat ada 57 desa berisiko terjadi bencana longsor. Desa-desa tersebut tersebar di sepuluh kecamatan. Yaitu Kecamatan Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri, Pakis Aji, Jepara Kota, Batealit, Kalinyamatan, Mayong, dan Nalumsari.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto menyampaikan, kecamatan yang paling berisiko bencana longsor yaitu Kecamatan Keling. Dari 12 desa di Kecamatan Keling, hanya dua desa yang aman dari risiko longsor. Yaitu Desa Bumiharjo dan Desa Kelet.

“Hampir semua desa di Keling berisiko longsor. Itu mengingat wilayah desa-desa di kecamatan ini memang berada di daerah perbukitan dan kawasan pegunungan Muria,” ujar Arwin, Kamis, 25 Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Arwin melanjutkan, kecamatan yang berisiko berikutnya adalah Kecamatan Batealit. Dari 11 desa yang berada di Kecamatan Batealit, tujuh desa diantaranya berisiko bencana longsor. Yaitu Desa Bantrung, Bringin, Batealit, Mindahan, Somosari, Mindahan Kidul, dan Raguklampitan.

“Di Kecamatan Mayong ada delapan desa yang berisiko dari 18 desa,” kata Arwin.

Disampaikan Arwin, berdasarkan hasil pemetaan, kecamatan yang paling aman dari risiko bencana longsor yaitu Kecamatan Mlonggo, Tahunan, Kedung, Welahan, dan Kalinyamatan. Namun, ada satu desa di Kecamatan Kalinyamatan yang berisiko bencana longsor. Yaitu Desa Damarjati.

“Tapi bukan berarti kecamatan-kecamatan tersebut aman dari risiko bencana. Mlonggo berisiki angin, Tahunan berisiko banjir dan angin, Kedung dan Welahan berisiko banjir,” pungkas Arwin.



(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi