Bioskop Rakyat, Cara Marcella Zalianty Gaet Penonton Film Indonesia

Ahmad Mustaqim 24 November 2018 12:27 WIB
festival film indonesia
Bioskop Rakyat, Cara Marcella Zalianty Gaet Penonton Film Indonesia
Marcella Zalianty di Yogyakarta, 24 November 2018, Medcom.id - Mustaqim
Yogyakarta: Aktris Marcella Zalianty berharap film dalam negeri lebih banyak mendapat apresiasi. Hal itu menjadi salah satu alasan dirinya mendirikan bioskop rakyat bernama Indiskop atau Bioskop Independen di Pasar Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara. Peletakan batu pertama pembangunan bioskop itu dilakukan pada Jumat siang, 23 November 2018.

Ia menjelaskan, bioskop tersebut akan memberikan porsi 70-80 persen untuk film Indonesia. Ia menilai banyak film Indonesia, seperti film dokumenter hingga film sejarah, bahkan film pendek yang layak diapresiasi.

"Film Indonesia yang kita utama yang ada nilai-nilai budaya, nasionalisme, dan bisa juga berprestasi internasional," kata dia sesaat setelah acar tak show dalam acara Road to Festival Film Indonesia 2018 di Universitas AMIKOM Yogyakarta, pada Jumat, 23 November 2018.


Ia memimpikan film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negara sendiri. Sementara, film asing bisa ditayangkan untuk kebutuhan belajar atau studi banding dalam pembuatan film.

"Tentunya nanti dibikinkan program-programnya yang spesifik. Kita harus memperoleh penonton yang baik. Rincian bagaimana konsep (bioskop) kita umumkan saat peluncuran awal 2019," ujarnya.

Selain film, ia juga berencana melengkapi bioskop dengan kuliner atau makanan ringan yang diproduksi masyarakat lokal. Caranya, dengan melibatkan komunitas atau kelompok karang taruna. Selain itu, kelompok tersebut juga bisa belajar dalam membuat film.

"Sehingga mereka bisa tahu bagaimana bikin film, bagaimana acting. Lalu juga memberikan pengetahuan dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri atau di dalam bidang industri kreatif," tutur perempuan berusia 38 tahun ini.
 
Marcella memperkirakan harga tiket akan diberlakukan dengan terjangkau, yakni pada kisaran Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Menurut dia, harga terjangkau itu salah satu cara agar minat masyarakat menonton film bisa naik. Meskipun, ia menyadari hal tersebut perlu dukungan dari berbagai pihak.

"Tingkat pembajakan di Indonesia sudah gila. Produsen sudah tak bisa lagi mendapatkan keuntungan dari penjualan DVD. Ada aspek regulasi yang kita harapkan ada pembenahan. Lalu ada infrastruktur yang harusnya jadi solusi," kata dia.

Ia berharap bisa mengembangkan bioskop dengan harga terjangkau itu hingga ke daerah. Selain itu, ia juga berharap ada investor yang bisa mendukung.

"Kemendikbud juga berperan mendukung perkembangan film, seperti menonton bersama-sama di bioskop. Lalu membuat ringkasan. Saya sudah melihat semacam ini di Prancis. Pengin ada program seperti itu di sini. Anak-anak bisa terbiasa menonton di bioskop. Dunia digital jadi kedua. Keseruan menonton di bioskop tidak bisa dibeli lewat medium lain," ucapnya.

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id