Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta masyarakat mewaspadai potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Foto: Mustholih
Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta masyarakat mewaspadai potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Foto: Mustholih (Mustholih)

Pemkot Semarang Larang Warga Gelar Fogging

demam berdarah
Mustholih • 06 Februari 2019 14:22
Semarang: Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, meminta masyarakat mewaspadai potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab, memasuki pergantian musim ini, warga Kota Semarang yang terkena penyakit DBD sudah mencapai 33 orang.
 
"Laporan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang termasuk cukup tinggi. Tapi sampai akhir Januari ini sudah 33 orang menderita DBD," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Februari 2019.
 
Padahal, kata Hendrar Prihadi, tahun lalu, jumlah warga Kota Semarang yang terkena DBD hanya 50 orang. Agar tidak menelan banyak korban, Hendrar Prihadi meminta warganya menyatakan 'perang' dengan nyamuk penyebab DBD. "Sehingga kani sampaikan ke tokoh-tokoh masyarakat baik RT, RW, PKK, dan sekolah-sekolah untuk untuk tingkatkan intensitas pemberantasan sarang nyamuk (PSN)," ujar Hendrar Prihadi menegaskan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Hendrar Prihadi mengingatkan warga jangan sampai melakukan pemberantasan nyamuk dengan metode fogging (pengasapan). Sebab, fogging dalam jangka panjang justru membuat nyamuk-nyamuk kebal. "Sekali lagi, Semarang sangat menghindari fogging. Kalau ada kelompok masyarakat yang akan fogging kami men-supervisi supaya jangan dilakukan," terang Hendrar Prihadi.
 
Menurut Hendrar Prihadi, langkah tepat mengantisipasi DBD adalah dengan cara 3 M (menguras, mengubur, dan mendaur ulang). Misalnya menguras air bak mandi,  mengubur sampah yang bisa terurai, atau mendaur ulang sampah seperti plastik dan lain sebagainya menjadi bernilai ekonomi. "
 
Metode gang tepat itu 3 m. Menguras, kalau ada air2 bak mandi dikutras, vas tanaman ganyi air. Mengubur.
 Mendaur ulang memaksimalkan sampah supaya bernilai ekonomi. Itu medote tepay uang kita lakukan setiap hari jumat. "Itu medote tepat yang sudah kita lakukan setiap hari jumat," ungkap Hendrar Prihadi.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif