Kondisi bus usai dibakar massa. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)
Kondisi bus usai dibakar massa. Medcom.id/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim) (Ahmad Mustaqim)

Polres Sleman Dalami Dugaan Provokasi Pembakaran Bus

kecelakaan lalu lintas mobil terbakar
Ahmad Mustaqim • 14 Maret 2019 14:13
Yogyakarta: Polres Sleman, Yogyakarta tengah mendalami dugaan adanya provokasi pembakaran bus yang didahului kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Wates KM 7 Desa Balecatur, Kecamatan Gamping pada Rabu petang, 13 Maret 2019. Kepolisian menyatakan akan menetapkan tersangka dalam waktu dekat.
 
Kapolres Sleman, AKBP Rizky Ferdiansyah menjelaskan, aparat telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Ia memperkirakan, dalam waktu dekat akan ada penetapan tersangka. "Paling siang atau sore ada (penetapan tersangka)," kata Rizky dihubungi di Yogyakarta pada Kamis, 14 Maret 2019. 
 
Bus Antar Jaya jurusan Solo-Purwokerto itu semula beriringan dengan pengendara sepeda motor dari arah barat di kawasan Jalan Wates KM 7 Desa Balecatur. Bus dengan nomor polisi AD 1644 CF itu kemudian menyenggol pengendara sepeda motor. Pengendara tersebut kemudian jatuh dengan mengalami luka di kepala dan kaki. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rizky mengatakan korban yang bernama Wahyu Cahyono telah dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta setelah fasilitas di RS PKU Muhammadiyah Gamping dianggap belum memadai. 
 
Sementara, pembakaran terjadi tak lama usai kecelakaan lalu lintas. Massa yang diperkirakan berjumlah puluhan itu kemudian menghentikan bus, memaksa turun penumpang, dan kemudian terjadi pembakaran. Kondisi bus pun hanya menyisakan rangka. 
 
"Saat ini barang bukti (mobil bus dan motor) kita amankan. Sopir sempat ke Polsek (Gamping), itu mau digeruduk lalu kami bawa ke Polres. Untuk kondekturnga berlindung sampai di Polsek Sedayu, kita jemput. Niat mau nolong (korban) sebelumnya," kata dia. 
 
Ia mengatakan sopir bus masih di Polres Sleman menjalani pemeriksaan. Rizky juga mengatakan sudah memeriksa empat saksi lain, termasuk warga di lokasi kejadian . 
 
"Tindakan (pembakaran) itu tak benar, tak boleh main hakim. Kami akan mencari siapa (terduga) provokator," kata dia. 
 
Menurut dia, pengusutan ini akan sekaligus menjadi pembelajaran. Sebelum ini, ia mengungkapkan, juga pernah ada kejadian pembakaran mobil tanki di lokasi yang tak jauh beda. 
 
Di sisi lain, pengendara motor yang kecelakaan tidak menggunakan sejumlah perlengkapan, termasuk helm. Menurut dia, laka lantas sebagai musibah ini tak seharusnya diikuti tindakan pembakaran. 
 
"Kami lendalaman fokus laka lantas dulu, lalu nanti pembakaran. Belum tahu (ada tidaknya) yang bawa bahan bakar," ungkapnya. 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif