Ilustrasi makanan bergizi, sumber foto: Pixabay
Ilustrasi makanan bergizi, sumber foto: Pixabay (Patricia Vicka)

Cegah Stunting, Dinkes Kulon Progo Intervensi Kesehatan Ibu Hamil

gizi kurang stunting
Patricia Vicka • 16 Maret 2018 15:50
Yogyakarta: Dinas Kesehatan Kulon Progo, DI Yogyakarta, mengintervensi kesehatan ibu hamil dan perempuan di kabupaten tersebut. Salah satu tujuannya untuk mencegah perempuan mengalami kekurangan gizi dan darah. Sebab, perempuan yang mengalami kekurangan gizi dan darah berpotensi melahirkan bayi dengan berat serta tinggi badan di bawah standar alias stunting.
 
Kepala Dinkes Kulon Progo Bambang Haryatno mengatakan perempuan dan ibu hamil membutuhkan asupan gizi, vitamin, protein, lemak, zat besi, serta karbohidrat. Pada ibu hamil, nutrisi itu diserap janin.  
 
“Makanya kami turut berikan vitamin dan makanan bergizi ke ibu hamil, wanita yang mau menikah dan remaja putri,” kata Bambang melalui sambungan telepon pada Medcom.id di Yogyakarta, Kamis 15 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kulonprogo, Hunik Rimawati mengatakan ibu hamil yang kekurangan gizi dan darah berpotensi tinggi membuat bayi lahir stunting. Ciri-cirinya adalah memiliki berat dan tinggi badan di bawah standar.
 
Dinkes, ujar Hunik, rutin memberikan makanan bergizi berupa biskuit dan tablet vitamin A serta FE penambah darah kepada ibu hamil. Makanan tambahan ini diberikan melalui puskesmas atau kader posyandu. “Kami kirim untuk makan 90 hari ke depan. Kadang kami titip ke keluarga si ibu hamil,” jelasnya.
 
Para kader posyandu turut bertugas memberikan pemahaman gizi dan vitamin kepada para calon ibu. Selain itu para ibu hamil diberi pemahaman mengenai pola makan gizi berimbang serta pemberian ASI eksklusif kepada bayi hingga usia minimal 6 bulan.
 
Dinkes turut memberikan asupan vitamin penambah darah kepada remaja putri yang duduk di bangku SMP dan SMA. Tujuannya untuk mencegah anemia dikalangan remaja. Ia mengakui jumlah remaja putri yang mengalami anemia di Kulon Progo cukup tinggi.
 
“Dari 14.238 remaja putri, kami berikan table penambah darah FE kepada 8.972 orang. Vitaminnya kami beri lewat pihak sekolah. Dan minta mereka pantau siswa putri untuk minum vitamin itu,” pungkasnya.
 
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kulonprogo 2017 tercatat ada 3.496 dari dari 25.111 balita di Kulon Progo yang dinyatakan stunting. JIka ditilik dari peringkat, Kulon Progo masuk ke dalam tiga besar jumlah kasus balita stunting terbanyak di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
 
 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif