Rektor UGM Menemui Korban Pemerkosaan
Rektor UGM, Panut Mulyono di Yogyakarta, Senin, 19 November 2018. Medcom.id/ Patricia Vicka.
Yogyakarta: Rektor Universitas Gadjah Mada, Panut Mulyono telah menemui N, mahasiswi yang diduga menjadi korban pemerkosaan. Kepala Humas dan Protokoler UGM Iva Ariyani menjelaskan rektor bertemu penyintas didampingi psikolog.

"Kalau penyintas didampingi oleh teman-temannya, " kata Iva dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin, 19 November 2018.

Iva menjelaskan, pihak rektorat telah membentuk komite etik. Anggota komite etik berasal dari lintas fakultas. "Hari ini rencana ada penetapan SK untuk para anggota komite etik," jelas Iva.


Komite etik dibentuk bertugas memberikan rekomendasi sanksi etik bagi terduga pelaku kasus pemerkosaan. Usai dibentuk, komite etik segera menginvestigasi kembali dan mencermati ulang temuan serta keterangan saksi dilapangan yang berhubungan dengan tindakan pemerkosaan.

Sebelumnya UGM telah membentuk tim investigasi independen untuk mengusut kasus ini. Tim yang berasal dari lintas fakultas ini telah memberikan berbagai macam rekomendasi.

UGM juga telah menjalankan rekomendasi tersebut, salah satunya penundaan wisuda bagi pelaku yang berinisial H. Sayangnya pihak penyitas belum puas atas hasil rekomendasi tim investigasi.

Rekomendasi komite etik diharapkan dapat memuaskan dan memberi keadilan berbagai macam pihak.

Iva melanjutkan, Polda DIY bekerjasama dengan Polda Maluku telah melakukan penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan N. Pihak rektorat akan terus memantau perkembangan kasus ini.

"Polda DIY dan Maluku sudah berkoordinasi dan dalam proses meminta keterangan dari pihak-pihak terkait," pungkas Iva.

Kepala Humas Polda DIY AKBP Yulianto membenarkan pihaknya tengah menyelidiki kasus pemerkosan ini. Polda DIY juga berkordinasi dengan Polda Maluku sejak minggu lalu untuk melanjutkan penyelidikan.



(DEN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id