Bupati Purbalingga Ancam Anak Buah Muluskan Proyek

Budi Arista Romadhoni 28 November 2018 14:37 WIB
kasus suapkasus korupsi
Bupati Purbalingga Ancam Anak Buah Muluskan Proyek
Mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu 28 November 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Sidang Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi kembali digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu, 28 November 2018. Sidang tersebut mengungkap fakta Tasdi pernah mengancam anak buahnya agar proyek haram tersebut mulus berjalan.

Mantan Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Purbalingga Hadi Iswanto bersaksi pernah diancam Bupati Tasdi bila tidak membantu pengusaha Librata Nababan.

"Seingat saya, Pak Bupati bilang 'Pak Nababan dibantu, awas kalau tidak yang menangani Islamic Center'," katanya saat memberikan keterangan di persidangan.  


Librata Nababan merupakan rekan Hamdani Kosen, kontraktor pelaksana proyek pembangunan Islamic Center Purbalingga tahap II. Dia pernah ditanya Tasdi soal prediksi pemenang lelang pembangunan Islmaic Center Purbalingga.

Saat mendengar operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Hadi mengaku langsung ke Kantor Bupati Purbalingga dan menyerahkan barang bukti uang yang telah diterimanya. Dia pun sempat mengaku lari menuju Kantor Bupati Purbalingga.

"Lari karena itu bukan uang saya," ujarnya.

Tasdi didakwa menerima Rp115 juta dari Rp500 juta yang dijanjikan dalam proyek pembangunan Islamic Center tahap II. Nilai proyek mencapai Rp22 miliar. Dalam kasus gratifikasi dia didakwa menerima uang Rp1,46 miliar dan USD20.000.

Tasdi dijerat pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id