Tim medis RSUP Profesor Kandou Manado dikirim untuk menangani warga yang menjadi korban bencana di Sulteng, Medcom.id - Mulyadi
Tim medis RSUP Profesor Kandou Manado dikirim untuk menangani warga yang menjadi korban bencana di Sulteng, Medcom.id - Mulyadi (Mulyadi Pontororing, Budi Arista Romadhoni)

Tim Medis Berdatangan ke Sulteng

Gempa Donggala
Mulyadi Pontororing, Budi Arista Romadhoni • 01 Oktober 2018 15:21
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah tenaga medis untuk membantu penanganan bencana di Sulawesi Tengah. Tim medis terdiri dari dokter umum, perawat, tenaga konsuling, tenaga kesehatan masyarakat, dan dokter speslialis ortopedi.
 
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan tim medis terdiri dari enam orang untuk pemberangkatan tahap pertama. Mereka akan bergabung dengan BPBD Jateng sebelum bertolak ke Sulawesi Tengah.
 
Tim akan membantu penanganan warga yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulteng. Selain Palu, warga di Donggala dan Sigi pun terkena dampak bencana.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami juga menyiapkan tenaga sanitarian atau ahli sanitasi, tenaga promosi kesehatan mengingat di sana sedang butuh penanganan pasca bencana bumi dan tsunami," kata Yulianto ditemui di Hotel Noormans Semarang, Senin 1 Oktober 2018. 
 
Yulianto mengaku akan menambah personel tenaga medisnya jika dibutuhkan lebih banyak lagi. Ia mengungkapkan untuk saat ini, yang dibutuhkan yaitu proses pemulihan trauma serta pengobatan untuk korban-korban yang patah tulang maupun yang terluka berat dan ringan.
 
"Yang jelas selain dokter kesehatan lingkungan, korban-korban di sana juga butuh penanganan dari dokter bedah," ungkapnya.
 
Untuk tahap pemberangkatan bantuan tim medis ke Sulteng, ia mengaku masih  menunggu dari BPBD Jateng sebagai koordinatornya.
 
"Kita tunggu BPBD Jateng, BPBD juga menyiapkan personel untuk mengevakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan dan pembuatan sejumlah fasilitas dapur umum," tandasnya. 
 
Pengiriman tim medis juga dilakukan RSUP Profesor Kandou Manado, Sulawesi Utara. Pelaksana Tugas Direktur Utama RSUP Prof Kandou Manado Khalid Saleh mengatakan pengiriman dilakukan setelah mendapat informasi mengenai gempa yang mengguncang pada Jumat, 28 September 2018.
 
"Setelah mendapat informasi terjadi bencana gempa bumi di Sulawesi Tengah dan sekitarnya, langsung menyiapkan Tim Tanggap Darurat yang ada di RSUP Kandou Manado untuk segera diberangkatkan ke lokasi berncana gempa bumi," kata Saleh.
 
Koordinator Tim Tanggap Bencana RSUP Kandou Manado Celestinus Eigya mengatakan pengiriman tim ke lokasi bencana gempa bumi terdiri dari tujuh orang. "Masing-masing dua dokter, tiga perawat bedah, dan dua penata anastesi," jelasnya.
 
Menurutnya, tim ini merupakan tim tahap pertama untuk menghitung kebutuhan penanggulangan krisis kesehatan akibat bencana. Tim tahap pertama ini akan bertugas selama seminggu, sampai 5 Oktober 2018 selama masa tanggap darurat.
 
"Nantinya akan disusul oleh tim selanjutnya yang nantinya akan membawa peralatan yang lebih lengkap dan terukur. Tim yang akan diberangkatkan akan membawa obat-obatan dan peralatan Emergency yang dibutuhkan termasuk implan bagi korban patah tulang," pungkasnya.

 

(RRN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi