Kerja 24 Jam, Guru Honorer Diupah Rp600 Ribu/Bulan
Ilustrasi uang, Medcom.id - M Rizal
Jepara: Beban kerja guru tak tetap (GTT) atau honorer di Jepara, Jawa Tengah, sama dengan guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Yaitu, 24 jam per minggu. Tapi, guru tak tetap mendapat upah lebih kecil ketimbang guru PNS.

Ketua Forum Guru Tidak Tetap (FKGTT) Jepara M Choiron mengatakan kebijakan itu berlaku hampir di seluruh SMP negeri. Upah untuk guru tak tetap di SMP negeri berasal dari sekolah.

Upah mereka antara Rp15 ribu sampai Rp25 ribu per jam. Itu disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Artinya, guru tak tetap mendapat upah kurang lebih Rp2,4 juta sebulan.


"Namun kenyataannya, guru tak tetap rata-rata menerima upah Rp600 ribu per bulan. Hanya seperempat dari penghitungan," kata Choiron di Jepara, Jumat, 4 Mei 2018.

Di Jepara, ujar Choiron, masih banyak guru tak tetap yang berstatus kategori 2 (K2) belum menjadi pegawai negeri sipil. Sebanyak 900 guru mengabdi sejak 13 tahun lalu atau 2005. Sedangkan guru tak tetap yang mengajar setelah 2005 mencapai kurang lebih 2.150 orang.

"Jumlah itu didapat terakhir kali pada 2016," ungkapnya.

Di lain tempat, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono mengatakan jumlah guru dan pegawai tak tetap di bidang pendidikan mencapai 4.326 orang pada 2017. Upah yang mereka terima beragam, bergantung pada kemampuan sekolah.

“Jadi sekarang tidak ada lagi istilah GTT K2. Semua GTT dan PTT kalau mau jadi PNS harus ikut tes," ungkap Agus.

Agus mengatakan GTT dan PTT bekerja atas dasar surat pengangkatan dari sekolah, Pemerintah kabupaten tidak mengeluarkan surat keputusan atau pengangkatan GTT maupun PTT. 



(RRN)