Salah satu proses mengolah kopi di lereng Gunung Merapi secara tradisional.
Salah satu proses mengolah kopi di lereng Gunung Merapi secara tradisional. (Ahmad Mustaqim)

Kopi Merapi Rambah Pasar Eropa

gunung merapi kopi
Ahmad Mustaqim • 26 September 2018 16:15
Sleman: Kopi hasil pertanian di lereng Gunung Merapi segera merambah Eropa. Promosi kopi ini dilakukan mulai dari Finlandia. 
 
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan Bupati Sleman, Sri Purnomo mulai mempromosikan kopi hasil petani lereng Gunung Merapi ke Finlandia. Menurut dia, promosi tersebut mendapat respons positif. 
 
"Mungkin ini karena cita rasa kopi yang khas. Kopi ini tumbuh dan besar di abu vulkanik," kata Heru dalam acara Festival Kopi Merapi, di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu, 26 September 2018. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kopi Merapi Rambah Pasar Eropa
 
Tanaman kopi di lereng Gunung Merapi ini merupakan perbaikan sejak erupsi 2010. Puluhan petani di Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Turi yang mengembangkan kopi tersebut. 
 
"Kami berupaya memberi bantuan bibit untuk budidaya. Kami ingin budidaya kopi Merapi bisa berkembang," kata dia. 
 
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani menuturkan respons positif di Finlandia bisa jadi jalan berekspor. Untuk itu, Endah mengaku akan mulai melakukan pembenahan di sejumlah sektor. 
 
Mulai dari pembenahan perizinan, hingga hak paten. "Artinya ini bisa diekspor karena sudah ada permintaan dari Finlandia," ucapnya. 
 
Ia mengatakan, potensi negara tujuan ekspor juga bisa merambah ke sejumlah negara lain di benua Eropa. Ia menyebut Moscow, Rusia dan Swedia bisa jadi negara tujuan ekspor kopi tersebut. 
 
"Dua negara tersebut konsumsi kopinya cenderung tinggi. Kami kira ini bisa jadi peluang baik," ujarnya. 
 
Untuk pasar lokal, pihaknya juga mulai melakukan pameran. Seperti yang dilakukan di Wisma Sanata Dharma Desa Pentingsari Kecamatan Cangkringan, yakni dengan mengadakan Festival Kopi Merapi pada Rabu, 26 September 2018. 
 
Setidaknya, ada sekitar 30 stan yang menjajakan biji kopi. Di puluhan stan tersebut juga terdapat 25 barista serta sejumlah petani kopi. Barista di stan tersebut mengolah biji kopi dengan cara modern hingga tradisional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif