KPU Jateng Coret 34.854 Data Pemilih Ganda

Mustholih 14 September 2018 16:34 WIB
pileg
KPU Jateng Coret 34.854 Data Pemilih Ganda
ilustrasi Medcom.id
Semarang: Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah menemukan 34.854 data pemilih ganda yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) di Pemilihan Umum 2019. Walhasil, para pemilih di Jateng yang masuk DPT yang semula berjumlah 27.430.269 pemilih kini berkurang menjadi 27.395.415 pemilih.

“Setelah kami cermati temuan atau masukan dari partai politik maupun Bawaslu, kami temukan 34.854 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) atau 0,13 persen dari DPT kemarin," kata Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 14 September 2018.

Menurut Joko, ribuan data pemilih ganda di Jateng itu dipastikan dicoret dari DPT. Rata-rata, data pemilih ganda ini terinput dua kali dalam sistem kependudukan. "NIK-nya terkopi karena faktor pengolahan data. Penyebabnya saya kurang tahu, apakah karena aplikasi yang digunakan atau data manualnya atau karena apa?," ungkap Joko.


Joko menyatakan jumlah pemilih yang dicoret itu lebih sedikit dibanding masukan partai politik. Namun, Joko menegaskan KPU Jateng siap menerima pembaruan apabila di kemudian hari ditemukan lagi para pemilih ganda. 

"Prinsipnya kami siap menerima up date data setiap waktu secara periodik sampai jelang pemungutan," jelas Joko.

Anggota Komisioner Badan Pengawas Pemilu Jateng, Ani Solihatun, berujar bakal melakukan pencermatan lagi soal DPT di wilayahnya. Dia bilang Pemilu 2019 harus menganut asas satu orang satu suara. 

“Prinsipnya adalah one man one vote, satu orang pun yang TMS tidak boleh tercantum dalam DPT,” ungkap Ani.

Ani menegaskan data pemilih ganda yang ditemukan Bawaslu lebih banyak dari yang ditetapkan KPU Jateng. Ani menyatakan anggota TNI-Polri aktif, tidak dikenal, bukan penduduk setempat, hilang ingatan, dan di bawah umur merupakan varian pemilih TMS. 

“Kami harus cek lagi data by name by addres yang ditetapkan. Nanti kami akan tahu apakah tindaklanjut dari KPU itu sudah sesuai dengan yang dijelaskan atau tidak,” tutur Ani.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id