uaya peliharaan yang sempat terlepas dan berkeliaran di sungai telah tertangkap.
uaya peliharaan yang sempat terlepas dan berkeliaran di sungai telah tertangkap. (Pythag Kurniati)

Buaya Peliharaan Sepanjang 4 Meter Lepas di Sungai Sasak

hewan buas
Pythag Kurniati • 10 April 2018 17:58
Sukoharjo: Seekor buaya terlihat berkeliaran di Sungai Sasak di kawasan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah sejak Senin sore, 9 April 2018. Keberadaan buaya tersebut sempat diketahui oleh warga setempat. Sontak warga pun panik. 
 
"Kemarin warga sini sedang cari ikan di daerah sekitar sungai. Kemudian melihat ada buaya, panjangnya sekitar 4 meter," ungkap salah seorang warga, Wiyono kepada wartawan, Selasa, 10 April 2018.
 
Kapolsek Mojolaban AKP Priyono membenarkan kabar keberadaan buaya di sekitar sungai. Priyono bilang, buaya tersebut diketahui merupakan peliharaan seorang warga di kawasan Palur, Sukoharjo yang terlepas. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selasa pagi, warga yang beraktivitas di sungai di kawasan Dukuh Jogobondo, Palur kembali melihat buaya tersebut. Pencarian lantas dilakukan oleh tim SAR, polisi dan BPBD. Petugas gabungan memasang sekat berupa jaring-jaring di sekitar sungai.
 
“Sebagai antisipasi supaya buayanya tidak terlalu menjauh,” beber Kabid Dukungan Operasional SAR UNS Herman Jago.
 
Berhasil Ditangkap
 
Setelah beberapa jam pencarian, tim gabungan akhirnya menangkap buaya tersebut. Petugas dibantu warga mengikat buaya dengan tali dan mengangkutnya dengan  mobil pikap.
 
Saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala buaya. BKSDA dan dokter hewan pun turut terjun menangani.
 
Kepala Resort Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKDSA) Wilayah Surakarta Slamet Sukeri menyayangkan kepemilikan satwa dilindungi oleh orang pribadi. “Sebenarnya buaya termasuk dilindungi. Tidak semua orang boleh memiliki, kecuali lembaga konservasi,” jelas Slamet.
 
Buaya Peliharaan Sepanjang 4 Meter Lepas di Sungai Sasak
 
Buaya, lanjutnya, merupakan satwa berpotensi konflik tinggi. “Kalau memiliki seharusnya ada laporan ke kami sehingga kami bisa lakukan penanganan sesuai aturan hukum,” jelas dia.
 
Dari informasi sementara yang dihimpun, buaya tersebut dipelihara oleh seorang warga. Namun saat ini, pemelihara sudah meninggal. Hanya tinggal keluarganya yang tidak tahu menahu mengenai asal mula kepemilikan.
 
BKSDA berjanji akan mendalami dan mengusut kepemilikan buaya tersebut. Sementara, buaya dirawat oleh Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) sebagai lembaga konservasi.
 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif