Makanan Digerogoti Tikus Masih Dijual di Tegal

Kuntoro Tayubi 31 Mei 2018 18:32 WIB
Ramadan 2018
Makanan Digerogoti Tikus Masih Dijual di Tegal
Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) memeriksa makanan di pasar Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Medcom.id /Kuntoro Tayubi)
Tegal: Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menemukan makanan kedaluwarsa dan mengandung bahan berbahaya pada inspeksi pangan di Pasar Banjaran dan sejumlah toko swalayan di wilayah Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis, 31 Mei 2018. Tak hanya itu, tim juga menemukan makanan yang sudah digerogoti tikus dipajang di lemari toko.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti yang hadir mengawal inspeksi ini turut memberikan pembinaan, terutama kepada pedagang Pasar Banjaran yang kedapatan menjual makanan mengandung boraks dan bleng.

"Demi keamanan makanan mengandung boraks kami sita dan pedagang didata serta diperingatkan," ujarnya, usai Sidak di Pasar Kramat, Tegal. 


Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Meliansyori mengatakan dari 11 sampel makanan di Pasar Banjaran yang diuji ditemukan satu sampel positif mengandung rhodamin atau pewarna tekstil. Di antaranya kue kering manis dengan warna-warni yang mencolok.

Sementara, lanjut Meli, ada tiga sampel makanan yang perlu uji lanjutan di laboratorium Dinkes untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. 

"Ketiga sampel seperti terasi dan jajanan anak ini ditengarai mengandung pewarna tekstil,” terangnya.



Terasi tersebut menurut pedagang dibeli dari penjual terasi lokal di Suradadi. Tim SKPT yang sudah mengantongi identitas pembuatnya ini rencananya akan melakukan pembinaan, pendampingan dan pengawasan usai Lebaran nanti setelah hasil laboratorium keluar.

Masih di Pasar Banjaran, tim SKPT yang juga beranggotakan aparat kepolisian dan Satpol PP ini juga menyita sejumlah produk makanan kue kering yang tidak disertai label perusahaan pembuatnya.

Dari Pasar Banjaran, tim SKPT bergerak ke sejumlah toko swalayan di wilayah Kramat. Di dua toko yang diperiksa, tim SKPT kembali menemukan sejumlah produk makanan dan minuman kedaluwarsa, termasuk produk pangan yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa. 

"Sebagian juga ada yang kondisinya sudah rusak, tidak layak jual sehingga langsung kami sita," kata Meli yang juga seorang dokter ini.

Selain itu, sambung Meli, Satpol PP yang turut mengawal inspeksi juga menyita produk makanan yang masih dipajang di lemari dalam kondisi rusak karena diduga digerogoti tikus. 

Dia menegaskan temuan tersebut adalah hal yang serius, karena merugikan konsumen dari sisi kesehatan. Untuk itu pihaknya menyarankan pengelola toko memperbaiki sistem pengamanan barang makanannya dari gangguan serangga dan hewan pengerat.



(ALB)