Kasatreskrim Polres Klaten AKP Suadi Jumaing mengemukakan, jasad korban yang berada dalam kondisi mengenaskan pertama kali ditemukan oleh suami korban.
“Saat pulang kondangan, saksi melihat korban bersimbah darah," ungkap dia kepada wartawan, Senin, 30 April 2018.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Saksi langsung panik dan berlari meminta pertolongan tetangga. Saat itu, lanjut, Kasatreskrim, tangan anak kandung korban juga dalam kondisi berlumuran darah.
Polisi lantas mengamankan DB. Diduga DB mengidap penyakit gangguan kejiwaan sejak 2003. Berdasarkan rekam medis rumah sakit jiwa, pelaku masih melakukan kontrol.
“Begitu juga dengan catatan dinas sosial, dia merupakan pasien,” kata Kasatreskrim.
Polisi mengaku kesulitan meminta keterangan terduga pelaku. Sebab, jawabannya tidak pernah sesuai dengan pertanyaan.
“Jadi dia berulangkali mengatakan ‘bau kembang, bau kembang’ begitu terus,” beber Suadi.
Sementara suami korban masih dalam keadaan syok dan tidak bisa diajak berbicara. Hingga saat ini, polisi belum dapat menyimpulkan motif terduga pelaku.
“Kami saat ini masih menunggu hasil observasi dari rumah sakit jiwa, kalau keluar baru ditindaklanjuti apakah akan dilanjutkan sidik atau dihentikan dengan pertimbangan kondisi jiwa pelaku,” pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(LDS)
