Tiga Perusak Pengadilan Negeri Bantul Jadi Tersangka

Ahmad Mustaqim 29 Juni 2018 15:36 WIB
perusakan
Tiga Perusak Pengadilan Negeri Bantul Jadi Tersangka
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo (kiri). Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Yogyakarta: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menangkap tiga tersangka perusakan fasilitas Pengadilan Negeri Bantul. Mereka ditangkap kurang dari 24 jam usai kejadian pada Kamis, 28 Juni 2018. 

Tiga tersangka itu yakni Novi Kurniawan, 22; Samsudin, 32; dan Alfathan Saddam Hussein Asyroq, 18. Ketiganya merupakan warga Kabupaten Bantul, DIY. 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Hadi Utomo, menjelaskan mereka ditangkap beberapa saat usai polisi melakukan pengembangan dari tempat kejadian. Sejumlah barang bukti yang dikumpulkan di antaranya pecahan kaca, topi hitam, pecahan pot tanaman, selongsong kembang api, serta rekaman kamera pengawas (CCTV). 


"Mereka kami tangkap tadi malam," kata Hadi di Polda DIY, Jumat, 29 Juni 2018. 

Hadi mengatakan, peristiwa perusakan terjadi karena massa tak puas atas putusan sidang vonis yang dijalani Ketua Pemuda Pancasila Bantul, Doni Bimo Saptoto. Doni divonis lima bulan pidana dengan sembilan bulan masa percobaan. 

"Sekelompok massa ini yang tidak puas dengan putusan itu, kemudian bertindak anarkis. Setelah olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, kami menangkap tersangka," ujarnya

Ia menambahkan, aparat sudah menangkap seorang tambahan yang potensial jadi tersangka. Namun, seseorang tersebut masih dalam proses pemeriksaan. 

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 170 KUHP, karena telah melakukan perusakan bersama-sama. Ancaman hukumannya lima tahun tiga bulan," ujarnya. 

Ia menambahkan, aparat tidak melarang menyampaikan pendapat asal tidak disertai tindakan anaskisme. Ia menuturkan, pihak yang tak puas atas putusan hakim bisa melakukan banding, kasasi, atau peninjauan kembali. 

"Yang bertindak anarkisme pasti kami tindak," kata dia. 

Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, mengatakan pelaku perusakan yang jadi tersangka merupakan bagian dari organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila. Sementara, seorang pelaku yang potensial jadi tersangka juga diduga dari organisasi yang sama. 

Ormas Pemuda Pancasila sebelumnya merusak berbagai fasilitas di Pengadilan Negeri Bantul, Kamis, 29 Juni 2018. Mereka tak puas atas putusan sidang yang dijalani Ketua Pemuda Pancasila Bantul, Doni Bimo Saptoto dalam kasus pembubaran pameran seni bertema Wiji Thukul di Kantor Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia pada Mei 2017. Sejumlah fasilitas yang rusak mulai dari kursi pengunjung sidang, meja piket satpam, pot tanaman, hingga kaca gedung. 



(LDS)