Plakat jalan Malioboro. Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Plakat jalan Malioboro. Medcom.id-Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

Pelaku Hotel Menyiasati Kebijakan Malioboro Jadi Semi Pedestrian

yogyakarta
Ahmad Mustaqim • 18 Juni 2019 18:41
Yogyakarta: Pengusaha hotel mengambil langkah alternatif atas kebijakan wisata Malioboro semi pedestrian setiap Selasa Wage. Pengusaha hotel merekayasa akses jalan masuk-keluar bagi tamu hotel. 
 
Manajer Humas Hotel Grand Inna Malioboro, Retno Kusumaningrum mengatakan, ada perubahan akses pintu masuk-keluar di hotel. Jika biasanya tamu hotel masuk lewat pintu sisi barat, saat ini melewati sisi balekang, yakni dari kawasan Jalan Mataram. 
 
"Jadi masuknya lewat Jalan Mataram pas lampu lalu lintas itu, baik motor dan mobil. Kemudian keluarnya lewat yang (Jalan) Abu Bakar Ali langsung ke arah Pasar Kembang," kata Retno ketika dihubungi pada Selasa, 18 Juni 2019. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Malioboro Bakal Jadi Pusat Oleh-Oleh Terbesar di Yogyakarta
 
Ia mengatakan, pihak hotel harus menyesuaikan kebijakan yang diambil pemerintah. Retno mengungkapkan, tamu hotel sudah lebih dulu mencari tahu informasi soal kebijakan Malioboro bebas kendaraan bermotor, kecuali kendaraan dan fasilitas publik. 
 
"Mereka (tamu) kan biasanya saat konfirmasi kamar kemudian ada konfirmasi dari kita ke tamu-tamu, kita informasikan pintu masuknya," ungkapnya. 
 
Retno mengatakan, pihak hotel juga mendistribusikan informasi ke calon tamu. Calon tamu yang datang lewat bandara biasanya mengakses taksi sistem pemesanan online. Informasi itu disampaikan lewat taksi di bandara. 
 
Menurut dia, menajemen hotel tetap mendukung upaya pemerintah dalam menata kawasan wisata. Ia menilai operasional hotel tak akan terdampak. 
 
"Kalau kami dari pihak manajemen welcome, dalam artian kalau itu baik untuk semua karena kami memiliki akses tersebdiri. Jadi secara operasional kita tidak masalah," katanya.
 
Baca: Malioboro Diyakini Tetap Ramai
 
Menurutnya, perlu adanya proses transisi dengan mengedukasi tamu dalam memilih akses kendaraan. Di sisi lain, lanjutnya, manajemen hotel sudah terbiasa dengan agenda, seperti kirab yang biasanya harus menutup akses jalan Malioboro. 
 
"Kita sudah mengedukiasi tamu sejak lama. Dengan berlakunya sistem tersebut, tamu wisatawan, baik domestik atau internasional, dia lebih leluasa menikmati Malioboro karena bagaimanapun Malioboro merupakan pusat kotanya," ucapnya. 
 
Malioboro setiap Selasa Wage akan bebas kendaraan bermotor sejak pukul 6.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Kebijakan ini diambil menyertai aktivitas PKL di Malioboro yang libur setiap Selasa Wage. Hanya kendaraan umum, seperti Trans Jogja, becak, andong, sepeda, serta fasilitas publik lain yang bermesin, bisa mengakses Malioboro. 
 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif