Aturan Baru BPJS Kesehatan

Jarak dan Fasilitas Jadi Alasan Peserta BPJS Pilih RS Tipe B

Rhobi Shani 10 Oktober 2018 16:55 WIB
bpjs kesehatan
Jarak dan Fasilitas Jadi Alasan Peserta BPJS Pilih RS Tipe B
Logo BPJS Kesehatan, dok istimewa
Jepara: Warga peserta BPJS Kesehatan mengatakan lebih memilih rumah sakit tipe B ketimbang D. Lantaran itu, mereka menilai rujukan berjenjang yang menjadi aturan baru BPJS Kesehatan menyulitkan.

Budi Santoso, warga Jepara, Jawa Tengah, merupakan salah satu peserta BPJS Kesehatan. Biasanya, bila ia atau anggota keluarga sakit, mereka memilih untuk dirujuk ke RSI Sultan Hadlirin lantaran dekat dari rumah atau ke RSUD Kartini yang fasilitasnya lebih lengkap.

"Lokasinya dekat dari rumah, tapi itu lebih baik ketimbang berobat di RS tipe D yang jaraknya hampir sama dengan RSUD Kartini," ujar Budi yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta kepada Medcom.id, Rabu, 10 Oktober 2018.


Baca: Dua RS Tipe D di Jepara Siap Layani Pasien BPJS

Budi bertempat tinggal di Perumahan Kuwasharjo. RS tipe D yang dekat dengan rumahnya yaitu RS Graha Husada yang berjarak 3 kilometer. Sementara, RS tipe C, yaitu RSI Sultan Hadlirin hanya berjarak 1 kilometer dari rumahnya.

Bila RS Graha Husada penuh pasien, berdasarkan aturan BPJS yang baru, ia harus dirujuk oleh fasilitas kesehatan (faskes) I ke rumah sakit tipe D pula. Yaitu RS PKU Muhammadiyah Mayong yang berjarak lebih dari 10 kilometer dari pusat kota Jepara. Di Jepara, ada dua RS tipe D. Yaitu RS Graha Husada dan RS PKU Muhammadiyah Mayong.

"Tapi RS Graha Husadan jauh. Sama jauhnya dengan ke RSUD Kartini. Kalau sama-sama jauh, mendingan saya sekalian ke RSUD Kartini yang fasilitasnya lebih lengkap," ungkap Budi.

Memang, warga Jepara dapat berobat ke RS tipe D di Grobogan dan Kudus. Tapi, lanjut Budi, jaraknya jauh karena lintas kabupaten.

Pernyataan senada disampaikan pula oleh Novie Fatmawati. Ia mengaku menjadi peserta BPJS kesehatan kelas 1 sejak enam tahun lalu. Rumahnya berlokasi dekat dengan RSUD Kartini bila dibandingkan dengan RS Graha Husada.

Lantaran itu, ia selalu meminta petugas faskes tingkat 1 untuk merujuknya ke RSUD Kartini. "Ya kalau ada apa-apa, dokter keluarga juga merujuknya ke Kartini," kata Novie.

Sejak Agustus, rujukan berjenjang diterapkan BPJS Kesehatan. Pasien harus berobat terlebih dulu ke faskes tingkat pertama yaitu puskesmas dan klinik. Bila perlu rujukan, pasien diarahkan ke RS tipe D.

Bila tim medis tak mampu menangani, pasien dirujuk secara berjenjang ke RS tipe C lalu B. RS tipe D, puskesmas, atau klinik. Bila pelayanan kesehatan tingkat pertama tak bisa menangani, barulah pasien dirujuk ke dokter spesialis atau rumah sakit tipe B. Aturan itu bertujuan menekan antrean dan klaim rumah sakit.

 



(RRN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id