Bulog Pati Baru Serap 49.903 Ton Beras
Stok beras di gudang Bulog Kudus, Jawa Tengah.
Kudus: Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre II Pati, Jawa Tengah, besar kemungkinan tidak dapat memenuhi target serapan beras. Sampai saat ini baru 49.903 ton yang sudah diserap. Sedangkan targetnya mencapai 78.156 ton.

Kepala Bulog Sub Divre II Pati, Muhammad Taufiq mengatakan, kendala yang menjadi penghambat penyerapan beras oleh pihaknya karena persoalan harga. Jika harga pembelian pemerintah (HPP) yang dipatok hanya sebesar Rp7.300, sementara harga di luar atau di pasaran lebih tinggi dari HPP. Adanya harga fleksibilitas 10 persen juga masih belum mampu menyaingi harga pasaran.

"Harga fleksibilitas ditambah 10 persen dari HPP, maka harga yang bisa kami beli sebesar Rp8.030," kata Muhammad Taufiq, Sabtu, 8 Desember 2018.


Taufik melanjutkan, harga beras medium di pasaran saja paling rendah mencapai Rp8.800. Maka rendahnya HPP menjadi masalah atas serapan yang dilakukannya. Meski begitu, keberadaan stok di gudang Sub Divre Pati dinilai mencukupi sampai sembilan bulan ke depan. Mengingat sebentar lagi terdapat agenda hari besar Natal dan Tahun Baru, tentu kecukupan stok pangan sangat krusial.

"Kebutuhan stok beras di Sub Divre II Pati masih mampu sampai pada 9 bulan ke depan. Stok saat ini di gudang sebanyak 33.173, ton" kata Taufik.

Khusus di Kabupaten Kudus, disampaikan Taufik, target serapannya juga masih jauh panggang dari api. Di mana target tahun ini sebesar 8.500 ton baru tercapai 3.800 ton.

Meski begitu, stok beras yang disimpan di gudang Bulog di Kabupaten Kudus, sampai saat ini mencapai 2.400 ton. Stok itu mampu memenuhi kebutuhan pangan sampai pada enam bulan ke depan.

"Stok di Kudus mampu memenuhi kebutuhan sampai pada bulan Mei 2019 mendatang," tandas Taufik.




(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id