TNI dan warga menyingkirkan material longsor dengan peralatan seadanya di pegunungan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi
TNI dan warga menyingkirkan material longsor dengan peralatan seadanya di pegunungan Salem, Brebes, Jawa Tengah. Medcom.id/Kuntoro Tayubi (Kuntoro Tayubi)

Pegunungan Salem Longsor, Ratusan Warga Mengungsi

tanah longsor bencana longsor
Kuntoro Tayubi • 11 Februari 2019 11:14
Brebes: Longsor terjadi di pegunungan Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tiga hektare lahan pertanian masyarakat Dukuh Cimaras Desa Tembongraja serta jalan menuju lapangan sepak bola desa tertutup material sepanjang 50 meter dan lebar 27 meter.
 
“Longsor juga mengancam 41 rumah penduduk yang berada di bawah tebing persawahan atau mahkota longsor,” kata Pejabat Sementara Danramil 13 Salem, Pelda Jahri, saat dihubungi Medcom.id, Senin, 11 Februari 2018.
 
Longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Salem dan sekitarnya Minggu, 10 Februari 2019, dini hari, dari pukul 00.00-05.00 WIB. Mahkota longsor di areal persawahan sebelumnya telah mengalami pergerakan tanah pada 20 Januari 2019 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Awalnya warga curiga setelah mendengar ledakan cukup keras sekitar jam dua lebih lima belas menit dini hari, mereka terbangun dan memeriksa keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal mencari sumber bunyi. Namun, tidak ditemukan apapun karena hujan masih turun,” terangnya.
 
Penduduk mendapati di areal persawahan telah longsor pagi harinya. Retakan tanah juga sudah menjalar ke pekarangan rumah Waswinudin, 45, warga RT 01/03 Dukuh Cimaras yang berada tepat di garis mahkota longsor.
 
Retakan juga mengancam puluhan tetangga Waswinudin. Ratusan masyarakat sekitar sudah mengungsi sesuai imbauan Koramil dan BPBD Kecamatan. Hujan gerimis masih terjadi dan jalur bencana harus dikosongkan.
 
“Warga kami wajibkan mengungsi, kami khawatir air cepat menggenangi rekahan yang sekarang sudah selebar 50 sentimeter. Karena musibah dapat datang kapan saja,” tegas Jahri.
 
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materil berupa areal persawahan ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
 
“Kami juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan kerja bakti pembersihan dan membuat pengamanan darurat di sekitar rumah Pak Waswinudin untuk menahan tanah,” pungkasnya.
 

 
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif