2.200 Relawan Siaga Bencana Musim Hujan di Sleman
Ilustrasi cuaca buruk. Medcom.id/Rahmatullah
Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mempersiapkan sekitar 2.200 relawan tangap bencana menjelang musim hujan. Relawan ini sudah dilatih bersama anggota BPBD dan masyarakat untuk mitigasi dan pencegahan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Slema, Joko Supriyanto menjelaskan pihaknya telah membuka posko kesiapsiagaan bencana di kantor BPBD Sleman. Relawan dan masyarakat bisa saling berkoordinasi antisipasi bencana di petugas posko selama 24 jam penuh.

"Relawan juga siap dengan peralatan seperti tali, senso, bronjong dan gergaji untuk membersihkan pohon tumbang karena angin kencang,"kata Joko melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa 27 November 2018.


Bencana yang sering terjadi di Sleman adalah angin kencang, longsor serta banjir. Daerah yang berpotensi terdampak angin kencang adalah Minggir, Godean, Sayegan, Mlati, dan Gamping. Sementara daerah berpotensi longsor ada di perbukitan kecamatan Prambanan.

Pihaknya bersama relawan telah melakukan pencegahan bencana seperti membersihkan drainase dari sampah dan endapan lumpur. Masyarakat juga diimbau memangkas dahan pohon yang tinggi.

BPBD Sleman juga mengimbau dinas untuk memangkas pohon-pohon besar di sekitar kompleks kantor. "Di daerah longsor, kita perbaiki tebing-tebing yang rawan longsor. Kami tutup pake bronjog," jelas Joko.

BPBD Sleman turut meminjam alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Lingkungan Hidup. Alat berat digunakan untuk menyingkirkan pepohonan yang tumbang serta fasilitas yang rusak akibat angin kencang atau hujan lebat.  

Berdasarkan catatan BPBD Sleman, ada satu talud dan satu jembatan yang rusak akibat hujan deras sepanjang November 2018. BPBD Sleman telah membangun jembatan sementara di lokasi jembatan rusak.

 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id