Suasana mediasi FJI, kelompok Syiah Rausyan Fikr, ketua RT, dan polisi. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim
Suasana mediasi FJI, kelompok Syiah Rausyan Fikr, ketua RT, dan polisi. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim (Ahmad Mustaqim)

FUI dan FJI Usik Penganut Syiah Rausyan Fikr di Yogyakarta

kekerasan
Ahmad Mustaqim • 23 Oktober 2015 17:26
medcom.id, Yogyakarta: Dua ormas Islam, Forum Umat Islam (FUI) dan Front Jihad Islam (FJI), bergantian mendatangi kelompok Syiah Rausyan Fikr di Jalan Kaliurang KM 5,5, gang Pandega Wreksa Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat, 23 Oktober.
 
FUI datang dengan puluhan massa berkendara sepeda motor dan mengenakan surban. Namun, mereka hanya berhenti di gang masuk karena telah ada puluhan polisi yang berjaga.
 
Tak lama berselang, puluhan massa FJI datang. Kedatangan mereka langsung disambut polisi bersama Ketua RT 9 RW 4 Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Gunawan. Sekitar tiga orang perwakfjiilan dari FJI kemudian diajak berdialog dengan kelompok Syiah dan polisi, termasuk Gunawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komandan laskar FJI, Abdurrahman, mengatakan kedatangan mereka hendak mempertanyakan aktivitas kelompok Syiah tersebut. Menurutnya, kelompok itu sudah dibubarkan karena dianggap sesat dan dilarang beraktivitas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). FJI mendesak agar kelompok Syiah pergi dari Yogyakarta.
 
"Kegiatan Rausyan Fikr ini aktif lagi, padahal dilarang dan sudah dibubarkan. Ini saya membawa salinan surat dari MUI. Terus terang, kami ke sini untuk mengecek," ujarnya dalam mediasi itu.
 
Salah seorang pimpinan kelompok Rausyan Fikr, Sofwan, mengungkapkan telah meminta izin beraktivitas dengan perangkat desa dan kepolisian. Kegiatan yang mereka lakukan yakni kajian filsafat.
 
Sofwan juga mengungkapkan jika ada sebanyak 14 anggota di kelompok yang biasanya ikut melakukan kajian, baik filsafat barat maupun Islam. "Kami tidak memiliki pikiran tertentu dan tidak eksklusif. Kalau dituduh ada penyebaran yang sesat. Bisa dicek ke masyarakat," ujar lelaki yang sudah tinggal 22 tahun di sana.
 
Ketua RT 9 RW 4 Manggung, Gunawan, membenarkan kalau kelompok Syiah itu selalu meminta izin setiap akan berkegiatan. Bahkan, anggota kelompok Syiah tersebut juga ikut kegiatan warga kampung, termasuk ke masjid untuk ibadah berjamaah. "Masyarakat sekitar tak terganggu," ujarnya
 
Kepala Polsek Bulaksumur, Kompol Adji Hartato, mengatakan akan berkoordinasi dengan Muspika serta mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan kelompok tersebut. "Apapun kegiatannya akan kami awasi. Untuk menjaga keamanan masyarakat," ujarnya.
 
Dalam mediasi yang berlangsung hampir satu jam itu sempat terjadi ketegangan. Seorang pemuda anggota kelompok Syiah sempat ditunjuk-tunjuk dan diancam. Situasi mereda setelah terjadi kesepakatan kepolisian akan mengawasi aktivitas kelompok Syiah tersebut dan masa membubarkan diri.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif