Pengunjung berada di kawasan wisata Jurang Tembelan Kanigoro, Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. (ANT/Andreas Fitri A)
Pengunjung berada di kawasan wisata Jurang Tembelan Kanigoro, Mangunan, Dlingo, Bantul, DI Yogyakarta. (ANT/Andreas Fitri A) (Whisnu Mardiansyah)

Desa Wisata Bisa Dongkrak Perekonomian Daerah

wisata wisata jawa tengah
Whisnu Mardiansyah • 16 Februari 2017 07:43
medcom.id, Yogyakarta: Yogyakarta dan Kulonprogo sebarkan promosi 'Jogja Heboh' untuk mendongkrak pariwisata saat low season. Promo tersebut didukung beragam penerbangan, destinasi wisata, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan penginapan pun lainnya. 
 
"Karena itulah Jogja heboh dibuat. Ada 28 hotel yang bergabung bersama-sama, berpromosi bersama, menjual paket-paket dengan diskon keras. Harga benar-benar spesial di periode 1-28 Februari 2017," ujar Kabid Promosi Dispar DIY Imam Pratanadi, Kamis 16 Februari 2017. 
 
Imam menilai, konsep 'Jogja Heboh' sangat apik untuk mendongkrak pariwisata di saat musim sepi. Konsep 'Jogja Heboh', kata Imam pun bisa dicontoh oleh daerah lain. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Industrinya kompak untuk membuat program diskon bersama, dikemas secara kolektif, dan dipromosikan bersama-sama," ujarnya.
 
Anggota Komisi X DPR RI Malinda Irwantia menyebut melalui Desa Wisata bisa menjadi motor perekonomian masyarakat di daerah. Melalui pengembangan model homestay, diyakini cara cepat, mudah, dan efektif untuk membangkitkan ekonomi lokal. 
 
"Karena itu, harus lebih banyak Desa-Desa Wisata di banyak destinasi di tanah air," ungkap Malinda dalam Seminar Pengembangan Pariwisata dalam Rangka Menggerakkan Perekonomian Daerah, di Hotel Horison , 11 Februari 2017 di Pekalongan. 
 
Dia menyakini, dengan mengembangkan destinasi Desa Wisata bisa menstimulus dan menjadi motor penggerak ekonomi desa. Komitmen pemerintah untuk membangun Indonesia melalui pinggiran desa harus didukung. 
 
"Pemerintah desa atau kepala desa harus inovatif dalam menggunakan desa, agar tujuan dari penyaluran dana desa bisa tercapai. Berbagai strategi bisa ditempuh, salah satunya dengan mengembangkan wisata perdesaan," jelasnya.
 
Melalui pengembangan pariwisata di pedesaan, disebut sudah sangat sesuai dengan keinginan pemerintah pusat lantaran telah menetapkan pariwisata sebagai landasan ekonomi Indonesia. Melalui pariwisata diyakini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat melalui ekonomi gotong royong. 
 
Hal itu diapresiasi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti. Melalui Desa Wisata diyakini pun bisa mengembangkan pariwisata di wilayah lain seperti Pekalongan, Batang dan Pemalang ini. 
 
"Adanya tempat-tempat wisata seperti Desa wisata ini dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Pengeluaran atau pembelanjaan para pengunjung akan meningkatkan pendapatan dan keuntungan bagi masyarakat setempat. Masyarakat setempat banyak memanfaatkan tempat-tempat wisata sebagai ladang untuk mencari nafkah," tutur Esthy.
 

(LDS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif