Kapolsek Wiradesa, AKP Zarkhonil, menuturkan semula ada enam pelajar yang berpesta miras hasil mencampur alkohol 70 persen dan serbuk minuman segar. Agar lebih cepat teler, oplosan itu dicampur obat nyamuk eceran.
"Usianya antara 13 tahun hingga 14 tahun," katanya saat dihubungi, Kamis (20/10/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Saat polisi tiba di lokasi, tiga pelajar kabur, sedangkan tiga pelajar lainnya dalam keadaan tak sadarkan diri. Polisi lantas memanggil petugas medis dari Puskesmas Wiradesa untuk memberikan pertolongan. Ketiga pelajar itu lalu dibawa ke RSUD Kraton, Kota Pekalongan.
"Setelah kondisinya membaik, ketiganya diperbolehkan pulang," kata dia.
Polisi sudah banyak menemukan anak muda Pekalongan mengonsumsi miras oplosan.
"Kita sering merazia anak-anak Punk di sini. Mungkin mereka (pelajar) terpengaruh pergaulan anak-anak Punk itu," kata Zarkhonil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
