Suasana Jalan Raya Jepara-Kudus saat warga mengabadikan klakson 'telolet' bus. (Foto-foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani)
Suasana Jalan Raya Jepara-Kudus saat warga mengabadikan klakson 'telolet' bus. (Foto-foto: Metrotvnews.com/Rhobi Shani) (Rhobi Shani)

Bus tak Boleh Bunyikan 'Telolet' di Jepara

lalu lintas
Rhobi Shani • 06 Desember 2016 15:14
medcom.id, Jepara: Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara melarang klakson bersuara khas “telolet” dibunyikan. Klakson ini dianggap membahayakan dan mengakibatkan kemacetan.
 
Penyebabnya, aksi sekelompok anak-anak dan remaja di sepanjang Jalan Raya Jepara-Kudus, tepatnya di ruas jalan Desa Ngabul, menunggu dan meminta sopir bus membunyikan klakson “telolet”. 
 
Tak sekedar menunggu di tepi jalan, sesekali meraka mengadang di tengah jalan dan meminta bus berhenti, lalu berswafoto. Tak pelak aktivitas ini mengganggu arus lalu lintas. Kemacetan panjang tak terelakan di sore hari.
  
Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama melalui Kanit Pendidikan dan Rekayasa Lalu Lintas (Dikyasalantas) Ipda Candra Bayu Septi menyampaikan, klakson “telolet” yang dipasang di bus tidak melanggar aturan. Hanya saja peruntukkannya yang tidak sesuai. 
 
Klakson sejatinya untuk memperingatkan pengendara lain. Bukan untuk hiburan sebagaimana permintaan warga yang tengah demam “telolet” saat ini.
 
“Fenomena demam 'telolet' di Jepara lebih besar jika dibandingkan dengan kota-kota lain. Dampak buruknya, arus lalu lintas menjadi macet. Banyaknya warga yang berkumpul di SPBU Ngabul pun mengakibatkan aktivitas SPBU terganggu,” ujar Candra, Selasa (6/12/2016). 
 
Bus tak Boleh Bunyikan 'Telolet' di Jepara
Suasana Jalan Raya Jepara-Kudus saat warga mengabadikan klakson 'telolet' bus.
 
Demam klaskson 'telolet' telah menggejala di berbagai daerah. Para pehobinya, merekam bus yang membunyikan 'telolet' lantas mengunggahnya di media sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, sejak sepekan terakhir, setiap sore, ratusan warga Jepara menunggu bis malam dan bus pariwisata di tepi jalan. Kemudian meminta sopir membunyikan klakson dengan suara khas itu.
 
Sopir bis pariwisata, Amin menyampaikan, demam 'telolet' di Jepara dinilai sudah mengganggu jalan. Pasalnya, anak-anak dan remaja tak sekedar merekam suara klakson dengan telepon seluler, tapi juga meminta bis berhenti.
 
“Di daerah lain juga ada komunitas seperti ini, tapi paling mereka hanya berdiri di tepi jalan dengan mengacungkan jempol saja, tidak sampai ke jalan,” kata Amin.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif