Pesawat Garuda Indonesia GA 258 tujuan Jakarta-Yogyakarta tergelincir di utara Runway Bandara Adisucipto Yogyakarta -- Foto: MTVN/ Patricia Vicka
Pesawat Garuda Indonesia GA 258 tujuan Jakarta-Yogyakarta tergelincir di utara Runway Bandara Adisucipto Yogyakarta -- Foto: MTVN/ Patricia Vicka (Patricia Vicka)

Kronologi Tergelincirnya Pesawat Garuda Indonesia

pesawat tergelincir
Patricia Vicka • 01 Februari 2017 23:49
medcom.id, Yogyakarta: Pesawat Garuda Indonesia GA 258 tujuan Jakarta-Yogyakarta tergelincir di utara Runway Bandara Adisucipto Yogyakarta.
 
Seorang saksi mata Gufron Kurniawan menjelaskan, pesawat tergelincir sekitar pukul 19.50 WIB. Saat itu, Gufron yang merupakan calon penumpang pesawat Lion air tengah menunggu kedatangan pesawat di ruang tunggu penumpang.
 
Ia kemudian melihat ada sebuah pesawat yang sedang mendarat tak kunjung berhenti dilandasan. Lalu pesawat itu berhenti di ujung ladasan. "Waktu itu hujan deras. Saya liat pesawat lagi mendarat dia jalan ke arah kiri terus kelewatan. Pas berenti, lampu pesawat mati. ga lama kemudian ada mobil pemadam dateng ke landasan," kata pemuda asal Magelang ini di Bandara Adisucipto Yogyakarta, Rabu (1/2/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beruntung tak ada percikan api dan kerusakan mesin. Ia melanjutkan, pengelola bandara kemudian segera mengevakuasi penumpang dengan bus Damri dan beberapa mobil kecil. Para penumpang yang berjumlah 119 orang dan 8 kru ini kemudian dievakuasi ke terminal Kedatangan B.
 
Keterangan saksi mata senada dengan keterangan otoritas bandara. GM Angkasa Agus Pandu Purnama menjelaskan kondisi cuaca saat itu hujan cukup deras dengan jarak pandang hanya 2 rb meter dan kecepatan angon 6-10 knot.
 
"Pesawat landing dengan aman dari barat ke timur lalu ia menuju utara(samping landasan)," jelasnya Pandu saat konfrensi Pers di Bandara Adisucipto.
 
Ia menegaskan, tak ada mesin yang rusak. Roda pesawat tak ada yang patah. Saat ini bagian kanan dan kepala pesawat berada di atas Runway sementara bagian kiri, dan bagian belakang pesawat berada di tanah.
 
"Jarak pesawat dari ujung landasan sekitar 700 meter. Roda pesawat tertimbun dalam tanah," paparnya.
 
Pelaksana Air Nav Control Tower Dwi Suryo menjelaskan sebelum peristiwa ini terjadi pihaknya sudah mengumumkan prediksi cuaca buruk dari BMKG DIY ke seluruh kru pesawat.
 

 

 
 

(Des)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif