Staf Humas Basarnas Semarang Maulana Affandi mengingatkan pendaki untuk mewaspadai cuaca ekstrem saat mendaki, termasuk Gunung Merbabu. Cuaca di musim penghujan cenderung lebih dingin dan dapat mengakibatkan tubuh kehilangan suhu panas.
"Yang jelas, hipotermia itu ada tiga sebab. Bisa karena kecapekan atau kelelahan, kemudian lapar serta kondisi cuaca yang ekstrem," kata Maulana kepada Metrotvnews.com, Senin (8/2/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Perbekalan dan persiapan matang perlu dimiliki para pendaki. Misalnya obat-obatan dan baju hangat.
"Semua harus disiapkan. Mulai dari fisik, kondisi tubuh, dan kondisi alam. Yang paling utama menjaga keselamatan," lanjut Maulana.
Pada Sabtu siang 6 Februari 2016, Oki mendaki Gunung Merbabu bersama temannya Nicolas Rahman Wijaya. Oki merupakan pelajar SMK 10 Semarang yang bertempat tinggal Semarang Utara.
Saat mendaki, keduanya bertemu dengan dua pendaki asal Bogor, Jawa Barat. Keempatnya kemudian sepakat melintasi jalur pendakian bersama-sama. Satu di antaranya bernama Petrus Asbirianto. Setibanya di Watu Gubug, mereka membentangkan tenda dan beristirahat.
Keesokan paginya, Minggu 7 Februari 2016, mereka membuka tenda. Petrus berusaha membangunkan Oki. Namun tubuh pria berusia 17 tahun itu kaku dan tak bergerak. Tak ada napas dan detak jantung.
(Baca: Pendaki Meninggal karena Hipotermia Masih Berada di RSUD Salatiga)
Kemudian, Petrus melaporkan kejadian itu basecamp. Dugaan sementara Oki mengalami hypotermia. Petugas lalu membawa jenazah ke RSUD Salatiga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(RRN)
