Kapolda DIY Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri di Mapolda DIY, Jumat, 5 Juli 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim.
Kapolda DIY Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri di Mapolda DIY, Jumat, 5 Juli 2019. Medcom.id-Ahmad Mustaqim. (Ahmad Mustaqim)

Polisi Minta Masyarakat Tak Terpengaruh Penembakan Pos Siluwok

penembakan
Ahmad Mustaqim • 05 Juli 2019 15:25
Sleman: Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih menyelidiki kasus penembakan pos polisi di Siluwok, Desa Tawangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Yogyakarta dinilai masih aman dan masyarakat diimbau tak khawatir berlebihan.
 
"Enggak ada (peningkatan pengamanan), biasa-biasa aja. Jogja sudah aman," kata Kapolda DIY, Inspektur Jenderal Ahmad Dofiri di Mapolda DIY, Jumat, 5 Juli 2019. 
 
Dofiri meminta publik tak membesar-besarkan penembakan tersebut. Ia menilai penembakan itu sebatas orang melintas dan tak menggunakan senjata yang diarahkan ke pos polisi. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Itu orang lewat saja, jadi tidak ada ini, itu orang iseng. Kecuali pakai bedil beneran, ini kan senapan angin," ungkap Dofiri.
 
Dofiri mengakui jika lembaganya masih melakukan penyelidikan kasus itu. Ia juga meminta masyarakat tidak memperluas spekulasi di lapangan. "Ketahuannya juga kan lagi pos kosong. Kecuali lagi ada orang atau apa, memang serius," ucap Dofiri.
 
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan temuan gotri berdiameter 4,5 milimeter. Jenis gotri ini dipakai untuk amunisi airgun. Peluru gotri tersebut menembus kaca di pos polisi. 
 
Kepolisian juga masih menelusuri kasus dengan keterangan saksi serta rekaman kamera pengawas di lapangan. "Ada beberapa CCTV yang akan kami pelajari. Kami akan mencari petunjuk (mengejar terduga pelaku) lewat rekaman CCTV," ujar Kapolres Kulon Progo, AKBP Anggara Nasution.
 

(DEN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif