Puluhan pedagang Sunday Market berdemonstrasi di Balaikota Solo, Jateng, Senin (23/05/2016), menolak rencana relokasi. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Puluhan pedagang Sunday Market berdemonstrasi di Balaikota Solo, Jateng, Senin (23/05/2016), menolak rencana relokasi. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati) (Pythag Kurniati)

Pedagang Sunday Market Manahan Geruduk Balaikota Solo

penertiban pkl
Pythag Kurniati • 23 Mei 2016 14:34
medcom.id, Solo: Puluhan pedagang Sunday Market Manahan menggelar aksi penolakan kebijakan Pemerintah Kota Solo mengembalikan Stadion Manahan kembali pada fungsinya, murni sebagai kawasan olahraga. Konsekuensi kebijakan itu, seribuan pedagang Sunday Market yang berjualan setiap Minggu pagi harus berpindah lokasi.
 
Puluhan pedagang membawa kertas karton bertuliskan kalimat-kalimat penolakan seperti 'Pedagang PKL Manahan Menolak Pindah' dan 'Kami Siap Ditata tapi Kami Tolak Relokasi'.
 
Senin, 23 Mei 2016, mereka berjalan dari Bundaran Gladag hingga Balaikota Solo. Massa aksi juga berorasi secara bergantian di depan Balaikota Solo, Jawa Tengah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah seorang pedagang kuliner  Sunday Market dari Pasar Kliwon Solo, Iwan mengungkapkan aksi kali ini merupakan puncak kekecewaan pedagang kepada Pemkot Solo. Pemerintah juga dirasa belum bisa menemukan lokasi representatif untuk merelokasi pedagang.
 
"Ada beberapa poin penyebab kami dipindah yang kami ketahui justru dari media massa. Kami kecewa karena belum diajak berembug,"ujar Iwan saat ditemui di Kompleks Balaikota Solo.
 
Pedagang Sunday Market Manahan Geruduk Balaikota Solo
Poster penolakan relokasi oleh pedagang Sunday Market Manahan di Balaikota Solo, Jateng, Senin (23/5/2016). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
 
Menurut pedagang, jika pemkot memindah para pedagang karena persoalan sampah seharusnya hal tersebut masih bisa dibicarakan. "Kalau dipindah karena kami dianggap menganggu warga yang berolahraga. Selama ini, selama bertahun-tahun kami bisa berdampingan dengan warga yang berolahraga," ujar dia.
 
Pedagang kuliner Sunday Market Manahan tersebut tetap bersikukuh menolak relokasi. Pedagang ragu bisa mengeruk keuntungan yang sama besar di lokasi baru. 
 
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Kota Solo Subagyo mengungkapkan perwakilan pihaknya telah menemui perwakilan pedagang Sunday Market. Pedagang, imbuhnya, berkeinginan langsung bertemu dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.
 
"Nanti akan kami sampaikan kepada wali kota. Yang jelas pedagang bersedia ditata namun tetap ingin berjualan di Manahan. Mereka minta pemkot mengkaji kembali," kata dia.
 
Subagiyo menambahkan pedagang juga meminta supaya DPP menangani langsung persoalan pedagang Sunday Market tanpa melalui paguyuban. PKL Sunday Market, lanjutnya saat ini berada di bawah UPTD Sarana Prasarana Olahraga. "Kita tetap menunggu bagaimana wali kota," pungkas dia.
 
Pertengahan bulan lalu, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meninjau Alun-Alun Kidul. Dia menilai Alun-alun Kidul representatif untuk merelokasi PKL Sunday Market Manahan yang berjumlah sekitar seribu pedagang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif