Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi, mengatakan pembangunan permainan ini untuk mengeliatkan kunjungan pariwisata. Pembangunan flying fox sekaligus sebagai proyek pengentasan kemiskinan yang bekerja sama dengan Tripe Helix.
"Kita berharap pembangunan berdampak kepada perekonomian masyarakat," ujar Immawan, saat meletakkan batu pertama, Jumat (23/12/2016).
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dia mengatakan Kecamatan Gedangsari memiliki banyak potensi wisata dan budaya yang layak dikembangkan. Misalnya, batik dan wisata alam.
"Ini untuk menambah pilihan wisatawan. Jadi, tak hanya berwisata di pantai dan goa," ujarnya.
Cahyo Alkantana, anggota Tripe Helix, mengatakan pembangunan flying fox ditarget rampung 10 Januari 2017. Ia mengklaim permainan ini bisa menjadi yang terpanjang di Asia Tenggara. "Tapi, masih kami kaji dari negara lain," ujarnya.
Flying fox ini memiliki rute menuruni bukit dengan pemandangan pesawahan dan rawa Jombor. Letak pemandangan berada di perbatasan Yogyakarta dengan Klaten, Jawa Tengah.
Tali yang akan dipakai berasal dari Inggris. Dan perangkat keselamatan diambil dari Italia. Cahyo memperkirakan laju kecepatan flying fox bisa mencapai 80 kilometer per jam.
"Kita gunakan standar keamanan internasional. Kami akan latih masyarakat sebelum mereka yang akan mengelola," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
