Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (batik coklat) melihat-lihat arca di kediaman K.R.R.A. Hardjosuwarno, Selasa (3/1/2017). Foto: Metrotvnews.com/Pythag
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo (batik coklat) melihat-lihat arca di kediaman K.R.R.A. Hardjosuwarno, Selasa (3/1/2017). Foto: Metrotvnews.com/Pythag (Pythag Kurniati)

Hibahkan Arca, Ahli Waris Minta Keringanan Pajak

benda purbakala
Pythag Kurniati • 03 Januari 2017 15:41
medcom.id, Solo: Ahli Waris K.R.T. Hardjonagoro meminta keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah. 
 
Pernyataan itu dikemukakan ahli waris Hardjonagoro, K.R.R.A. Hardjosuwarno kepada Wali Kota Solo FX. Hadi Rudyatmo saat meninjau puluhan arca hibah di kediamannya, Jalan Yos Sudarso 176 Solo.
 
“Terus terang kami meminta keringanan PBB kepada Pemkot Solo,” kata Hardjosuwarno, Selasa (3/1/2017). 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, kata dia, dari tanah seluas 2.200 meter persegi, ahli waris harus membayar Rp21 juta per tahun.
 
Ahli waris mengatakan bangunan rumah Hardjonagoro merupakan cagar budaya dan digunakan untuk merawat benda-benda bersejarah. “Pendoponya bahkan dibuat di masa Paku Buwono I, tahun 1730,” ujarnya.
 
Puluhan arca klasik dirawat di kediaman Hardjonagoro. Sebanyak 45 arca di antaranya berbahan batu andesit yang sudah dihibahkan ke Pemkot Solo sejak 1985. Namun, karena belum ada tempat, arca-arca itu ditampung dulu di sana.
 
Baca: Pemkot Solo Cari Lokasi Simpan 45 Arca
 
Hardjosuwano menerangkan, pada masa pemerintahan Wali Kota Solo, H.R. Hartomo, PBB di rumah itu digratiskan. “Itu berlangsung selama dua periode pemerintahan Pak Hartomo, yakni pada 1985 hingga 1995," kata dia.
 
Menanggapi permintaan ini, Wali Kota Solo berjanji menindaklanjuti. “Kalau untuk bangunan cagar budaya bisa saja digratiskan PBB-nya. Hal ini akan kami carikan solusi,” kata Rudy.
 
Hardjonagoro menghibahkan 45 arca klasik kepada pemerintah. Hal tersebut tercantum dalam surat wasiat yang dibuat Hardjonagoro pada 1985.
 
Tahun 2009, ahli waris menyerahkan arca-arca ratusan tahun itu kepada pemerintahan Jokowi yang saat itu menjabat wali kota Solo.
 
Tahun 2017, Rudy memilihkan lokasi untuk memindahkan arca dari kediaman Hardjonagoro. Rudy membidik Dalem Joyokusuman sebagai salah satu lokasi representatif menempatkan puluhan arca itu.
 

(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif