Karyawan mengaku sudah empat bulan tidak menerima gaji. Bahkan, mereka mengaku harus menjual barang-barang berharga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Puluhan karyawan ini sempat melampiaskan kekesalan dengan membakar ban bekas di depan pintu gerbang perusahaan. Polisi bersama petugas pemadam kebakaran melokalisir api agar tak merembet ke pabrik.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Polisi lantas menggiring karyawan untuk masuk ke areal pabrik untuk ditemukan dengan manajemen perusahaan. Pertemuan itu dimediasi oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Kabupaten Kendal.
“Kita hanya meminta hak karyawan yang belum dibayarkan empat bulan. Kondisi perusahaan lebih baik dibanding pabrik gula lain, kenapa hak karyawan tidak diberikan," kata perwakilan karyawan, Sugeng Setia saat bermediasi.
Dia mengaku harus menjual barang-barang ada di rumah untuk menutup kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, kuasa hukum direksi PT IGN, Manohara mengatakan perusahaan punya niat baik untuk mensejahterakan karyawan. Tuntutan karyawan sudah didengar direksi.
“Keputusannya, direksi akan memberikan hak empat bulan yang belum terbayarkan mulai tanggal 28 Desember,” ujarnya.
Pertemuan antara karyawan dan manajemen IGN itu dihadiri Kapolres Kendal AKBP Widi Atmoko dan Dandim 0715 Kendal Letkol Pieter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
