Pasalnya, sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar di Indonesia, NU diharapkan keterlibatannya. "Salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia juga karena kesalahan pengelolaan SDA," kata Roy saat dihubungi Metrotvnews.com, di Yogyakarta, kemarin.
Roy melihat tak ada pembahasan spesifik mengenai pengelolaan SDA. Pembahasan mengenai topik itu hanya menjadi bagian dalam tema ekonomi konstitusi.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia juga berpandangan para calon ketum NU yang dikabarkan maju, yakni Salahudin Wahid (Gus Solah) dan Said Aqil Siradj (petahana), belum memiliki rekam jejak dalam melestarikan lingkungan. Meskipun, masih ada beberapa daftar nama lain yang dikabarkan akan mencalonkan diri.
Kendati demikian, Roy mengingatkan NU memiliki kewajiban memanggul gerakan pelestarian lingkungan di Indonesia.
"Hampir semua industri telah dikuasai korporasi yang merusak lingkungan. Misalnya yang terjadi di Rembang, Urut Sewu Kebumen, PT Freeport di Papua, dan yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur. Reforma agraria harus terus didorong," ungkapnya.
Roy berharap setelah terpilihnya Ketum PBNU dan selesainya muktamar akan ada forum khusus yang akan digunakan membahas permasalahan dan mencari solusi kerusakan lingkungan di Indonesia.
"Ketua (PBNU) baru perlu mengenali, ikut terlibat dan berkontribusi menata pengelolaan serta memperbaiki lingkungan di Indonesia," katanya.
Muktamar ke-33 NU akan berlangsung di Jawa Timur pada 1-5 Agustus. Ada lima lokasi yang akan menjadi pelaksanaan muktamar, yakni Alun-alun Jombang serta empat pondok pesantren besar di Jombang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
