Awalnya, para penambang pasir itu menemukan tulang mirip batok kepala manusia. Setelah ditelusuri, mereka menemukan tulang-tulang lain yang sudah mengering. Di tulang bagian pinggul juga masih terbebat kain yang diduga celana dalam perempuan.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke aparat desa setempat yang kemudian dilanjutkan ke polisi. Lurah Desa Kepuharjo, Heri Suprapto, memastikan kerangka tulang itu bukan milik warga Cangkringan maupun para penambang.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Selama ini tidak ada laporan warga yang kehilangan anggota keluarganya," kata Heri, Sabtu (14/11/2015). Polisi sudah mendatangi lokasi dan segera mengevakuasi serakan tulang itu. Setelah diidentifikasi, tulang-tulang itu akan divisum dan kemudian dikuburkan secara layak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
