"Rencananya, September nanti baru akan kami survei. Di sana banyak temuan budaya, berbeda dengan tempat lain, seperti situs Sangiran (Sragen)," kata peneliti dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Indah Asikin Nurani, seperti dikutip Antara di Sleman, Selasa (19/7/2016).
Dia mengatakan, berbagai peninggalan budaya atau artefak yang pernah ditemukan di Sungai Oya tersebut berupa alat batu. "Temuan artefak mulai dari Paleolitikum atau zaman batu tua hingga Neolitikum (muda). Selain itu juga banyak fosil hewan vertebrata, seperti sapi, kerbau, banteng, dan gajah," katanya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia mengatakan, selama ini belum pernah ditemukan fosil manusia purba di kawasan itu. Dia berharap tim bisa menjumpai fosil manusia purba saat melakukan survei.
"Dari survei akan terjawab, pada masa-masa tertentu, manusia purba tersebut beraktivitas di mana maupun hasil budayanya seperti apa saja," katanya.
Meski bakal mensurvei, namun pihaknya belum akan menggelar penelitian lebih dalam di kawasan itu. Sebab, selain di Gunung Kidul, kata dia, ada banyak titik yang harus diteliti. Seperti Gua Kidang di Blora, Jawa Tengah yang berupa temuan manusia prasejarah. Di tempat itu, Tim Balai Arkeologi setiap tahun meneliti untuk menguak lebih dalam situs tersebut.
Fakta itu juga diamini Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta Siswanto. Dia bilang, pada 2016 belum ada rencana penelitian mendalam di aliran Sungai Oya. Sebab, sudah ada tim dari pusat juga yang meneliti.
"Selain di aliran Sungai Oya, potensi adanya bekas tinggalan manusia purba juga ada di gua-gua karst Gunung Kidul. Yang memang kriteria gua di sana,
sudah masuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
