Ilustrasi/Metrotvnews.com
Ilustrasi/Metrotvnews.com (Bambang Mujiono)

Dianggap Makar, 4 Siswa SMK Dipecat di Tegal

pendidikan kekerasan
Bambang Mujiono • 08 September 2015 20:54
medcom.id, Tegal: Empat siswa SMK Istek, Kota Tegal, Jawa Tengah, dikeluarkan dari sekolah karena dianggap melakukan tindakan makar. Dua di antaranya merupakan ketua dan wakil ketua OSIS. Tak hanya itu, puluhan siswa lainnya juga dipaksa menandatangani surat pengunduran diri dari sekolah itu.
 
“Saya dikeluarkan dari sekolah per hari ini karena dianggap telah melakukan perbuatan makar. Saya sendiri nggak tahu apa arti makar. Tiba-tiba hari ini orang tua saya i panggil ke sekolah dan diberi tahu oleh kepala sekolah dan guru BP bahwa saya dikeluarkan dan diminta menandatangani surat-surat yang dikeluarkan sekolah,” kata M. Alfarizi, 16, ketua OSIS SMK Istek, kepada Metrotvnews.com, Selasa (9/8/2015).
 
Sebelumnya, pada 29 Agustus sejumlah siswa mendatangi ruang guru dan kepala sekolah menanyakan kejelasan uang infak Rp200 ribu yang telah ditarik pihak sekolah. Mereka menilai tak ada kejelasan dengan peruntukan uang itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bersama rekan-rekannya, Alfarizi juga mendatangi kepala sekolah memberi tahu ada guru yang kerap berkata kasar serta ringan tangan terhadap siswa.
 
“Ternyata, kedatangan kami menyinggung perasaan kepala sekolah dan guru yang kami laporkan. Bukan jawaban yang kami terima, namun sehari kemudian ratusan orang tua dipanggil dan diberi surat oleh pihak sekolah," jelasnya.
 
Hal yang sama juga dikatakan Kusdianto, 16, warga Brebes. Siswa dari jurusan TKR ini juga dikeluarga dengan alasan yang sama.
 
Kusdianto menceritakan ia bersama orang tuanya dipaksa menandatangai surat pengunduran diri. "Mereka mengancam akan melaporkan kami ke polisi jika tidak mau menandatangai surat pengunduran diri. Padahal, saya tidak melakukan kejahatan apapun. Saya hanya ikut bersama teman-teman mendatangi ruang guru untuk menannyakan uang sumbangan Rp220 ribu," katanya.
 
Rencananya mereka akan mengadu ke DPRD dan pemerintah Kota Tegal mengenai persoalan ini.
 
Sementara itu, pihak sekolah belum bersedia memberikan komentar seputar persoalan itu. Melalui seorang pengelola tata usaha bernama Muchdi, pihak sekolah enggan memberi penjelasan ke wartawan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif