Ki-ka: Imam Priyono (mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta) Sultan HB X (Gubernur DIY), Haryadi Suyuti (mantan Wali Kota Yogyakarta), dan Sulistyo (Plt Wali Kota Yogyakarta). (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim)
Ki-ka: Imam Priyono (mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta) Sultan HB X (Gubernur DIY), Haryadi Suyuti (mantan Wali Kota Yogyakarta), dan Sulistyo (Plt Wali Kota Yogyakarta). (Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim) (Ahmad Mustaqim)

Imam-Haryadi Resmi Lepas Jabatan Wakil dan Wali Kota Yogya

pilkada serentak
Ahmad Mustaqim • 27 Oktober 2016 11:52
medcom.id, Yogyakarta: Haryadi Suyuti dan Imam Priyono resmi nonaktif dari jabatannya sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta. Ini artinya, periode kepemimpinan mereka berakhir sudah.
 
Keduanya akan menjalani masa cuti di luar tanggungan negara mulai besok, Jumat, 28 Oktober. Padahal, secara resmi, masa jabatan keduanya berakhir pada 20 Desember 2016.
 
Cuti yang Haryadi dan Imam lakukan karena keduanya bakal bertarung dalam Pilkada 15 Februari 2017. Haryadi berpasangan dengan Heru Purwadi, semantara Imam Priyono berduet dengan Ahmad Fadhli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Wali Kota dan Wakil Wali Kota 'Bertarung' di Pilkada Yogyakarta
 
Untuk menjalankan roda pemerintahan, tugas wali kota untuk sementara dilakukan oleh pelaksana tugas (Plt). Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X telah melantik Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah DIY, Sulistyo sebagai Plt Wali Kota Yogyakarta.
 
Serah terima jabatan digelar di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Kamis 27 Oktober. Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Kota Yogyakarta dan Pemerintah DIY.
 
Haryadi Suyuti mengatakan selama lima tahun menjabat tak semua program berjalan baik. Menurutnya, masih ada beberapa hal selama ia menjabat belum sesuai kehendak masyarakat.
 
"Diharapkan pemerintahan dan pelayanan publik bisa berjalan dengan maksimal," kata Haryadi.
 
Baca: Petahana Yogya Dianggap Gagal Bangun Kota
 
Sri Sultan meminta Plt Wali Kota Yogyakarta menjaga pembangunan yang tertera dalam perencanaan selama masa transisi. Ia juga meminta Sulistyo menjaga PNS di lingkungan Pemkot Yogyakarta tetap netral.
 
"Selama proses pilkada, PNS harus dijaga dari keberpihakan kepada politik tertentu. PNS harus bersikap netral dan profesional," ucap Sultan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif