Awalnya, halaman gubernuran dikerumuni massa dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), sejak pukul 09.00 WIB. Dua jam menyusul massa dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia Jateng.
Penolak semen meminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menutup pabrik semen. Kubu lainnya, menuntut pengesahan Rancangan Undang-undang Pertembakauan.Semen Indonesia di Rembang Bisa Lanjut Asal Sempurnakan Dokumen
Aksi menjadi ricuh saat tengah hari. Massa terlibat saling lempar botol air minum. Kericuhan memuncak saat salah satu petani terlibat perkelahian dengan sejumlah massa penolak pabrik semen.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Petani tersebut belakangan diketahui bernama Joko Santoso, warga Kabupaten Temanggung. Dia sendirian melawan belasan orang penolak pabrik semen. Teman-temannya tidak bisa membantu karena dihalau polisi yang turun menenangkan massa.
Beruntung Joko diselamatkan polisi menjauhi kerumunan. Ratusan polisi dari Polrestabes Semarang melakukan upaya preventif. Polisi membuat barikade untuk memisahkan dua kubu. Belum diketahui penyebab bentrok dua kubu itu.Warga Kendeng Masih Bertahan di Depan Kantor Gubernur Jateng
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
