Sulami saat dibawa ke bangsal Mawar RSUD dr. Moewardi, Rabu (25/01/2017). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)
Sulami saat dibawa ke bangsal Mawar RSUD dr. Moewardi, Rabu (25/01/2017). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati) (Pythag Kurniati)

RSUD dr Moewardi Bentuk Tim Khusus Tangani 'Manusia Kayu'

penyakit aneh
Pythag Kurniati • 25 Januari 2017 14:48
medcom.id, Solo: Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Solo membentuk tim khusus untuk menangani kelainan tubuh Sulami, 35, warga Dusun Selorejo, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah. Puluhan tahun, persendian tubuh Sulami tidak bisa digerakkan.
 
Tubuh Sulami kaku seperti kayu. Kelainan ini dirasakan Sulami sejak duduk di kelas IV Sekolah Dasar. Rabu, 25 Januari 2017 Sulami dibawa ke RSUD Sragen. 
 
Ia kemudian dirujuk ke RSUD dr. Moewardi Solo. Saat ini Sulami menempati Bangsal Mawar I Nomor 3. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



 
Humas RSUD dr. Moewardi Kota Solo, Elysa mengungkapkan tim khusus yang diketuai dokter spesialis penyakit dalam, Arif Nuruddin akan mencari tahu mengenai penyakit Sulami melalui beberapa pengecekan laboratorium. Kasus ini menjadi penyakit langka dan pertama yang ditangani oleh RSUD dr. Moewardi.
 
Elyza menerangkan berdasarkan diagnosa awal, Sulami mengalami kelainan terutama di bagian sendi di seluruh tubuhnya. “Ada kontraktur sendi, spondilosis dan ankilosis,” ujar Elysa.
 
Dengan kata lain, Sulami diduga mengalami peradangan sendi. “Selain itu kami juga temukan adanya abses atau luka di daerah kaki sebelah kanan,” kata dia.
 
Pemeriksaan sementara tersebut akan kembali disinkronkan dengan hasil laboratorium dan foto. “Kami belum tahu kapan penyakit dan penyebab penyakit Sulami diumumkan oleh dokter. Yang jelas tim masih dalam proses menggali lebih jauh,” papar Elysa.
 
Sulami mengalami kelainan kekakuan pada tubuhnya. Hanya bagian jari, pergelangan kaki dan leher yang bisa digerakkan. Hal ini sang menjadikan Sulami sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari.
 
Saudara kembar Sulami juga mengalami penyakit serupa sejak kecil. Namun tahun 2013, Tuhan memanggil saudara kembar Sulami. Meski mengaku pasrah, namun Sulami tak pernah berhenti berharap ada keajaiban yakni kesembuhan penyakit yang dideritanya sejak lama.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif