Seorang warga mengambil air yang dipasok BPBD Jepara dari tandon. Medcom.id/Rhobi Shani
Seorang warga mengambil air yang dipasok BPBD Jepara dari tandon. Medcom.id/Rhobi Shani (Rhobi Shani)

Bertahap Atasi Krisis Air dengan Dana Desa

kemarau dan kekeringan dana desa krisis air bersih
Rhobi Shani • 11 Juli 2019 14:05
Jepara: Desa Raguklampitan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, merupakan salah satu desa langganan krisis air bersih setiap kemarau tiba. Namun, pemerintah desa secara bertahap mampu mengatasi krisis tersebut dengan kehadiran dana desa.
 
Kepala Desa Ragukalmpitan Maskan menyebut Rp300 juta dari Rp1,7 miliar dana desa yang diterima tahun ini dialokasikan untuk menangani krisis air bersih. Rinciannya, untuk pembuatan menara air di RT6 dan RT22 serta membuat sumur di RT22 dengan total Rp246 juta.
 
“Kemudian untuk pembuatan jaringan pipa air di wilayah RT23 sebanyak Rp21 juta, di RT24 sebanyak Rp33 juta, dan jaringan pipa di RT26 sebesar Rp2 juta,” kata Maskan kepada Medcom.id, Kamis, 11 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembuatan sumur, menara air dan jaringan pipa air tahun ini akan dilaksanakan setelah pencairan dana desa tahap III sekitar Oktober. Dana desa akan kembali dialokasikan untuk melanjutkan infrastruktur untuk mengatasi krisis air.
 
“Jadi kami buat bertahap. Tahun lalu dibuat sumurnya dulu, tahun ini dibuat jaringan pipanya. Karena wilayah kami ini berada di daerah atas, kalau musim kemarau seperti ini memang kesulitan air. Sumur warga sudah tidak mengeluarkan air,” kata Maskan.  
 
Seorang warga RT24, Nur Ayuni mengungkapkan, sumur sedalam 25 meter miliknya saat ini sudah kering. Dalam sehari sumur hanya mampu mengeluarkan air satu ember kecil.
 
“Air untuk masak beli. Terus kalau untuk mandi dan mencuci ke sungai,” ungkap Nur.
 

(SUR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif