"Kami akan mempertanyakan pengawasannya. Kenapa ponsel siswa bisa lolos," ujar Budhi di kantornya, Kamis (7/4/2016).
Budhi menyayangkan adanya dugaan kecurangan itu. Mengingat, integritas UN di Yogyakarta mendapat predikat tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Ia mengimbau pihak sekolah agar tidak membebani siswa dengan orientasi pada hasil dalam pelaksanaan UN, melainkan pada proses pembelajaran. "Kami meminta pengawas tidak membawa gadget atau handphone ke ruangan," kata dia.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Kadarmanta Baskara Aji tak keberatan jika hendak diminta penjelasan oleh Ombudsman. Menurutnya, pengawasan ketat kepada peserta UN, baik UN Berbasis Komputer (UNBK) maupun UN Paper Based Test (UN PBT), telah dilakukan.
"Kami siap menjelaskan jika dimintai keterangan. Kami siap membantu," kata Aji.
Sebelumnya, ORI Perwakilan DIY mendapatkan laporan kecurangan UN dari salah seorang siswa sekolah negeri di Yogyakarta melalui grup layanan percakapan, Line. Dalam bukti laporan berupa screenshoot percakapan itu, terdapat tujuh foto soal mata pelajaran bahasa Indonesia yang diunggah. Selesai mengunggah, siswa tersebut menanyakan jawaban kepada anggota grup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(UWA)
