Saluran irigasi induk bendungan pesantren Kletak  jebol akibat tanah bergerak, Jumat  (29/4/2016) di Pekalongan, Jateng. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)
Saluran irigasi induk bendungan pesantren Kletak jebol akibat tanah bergerak, Jumat (29/4/2016) di Pekalongan, Jateng. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi) (Kuntoro Tayubi)

Saluran Irigasi Jebol, Ribuan Hektare Sawah Terancam Kekeringan

pertanian
Kuntoro Tayubi • 29 April 2016 14:39
medcom.id, Pekalongan: Saluran irigasi induk bendungan pesantren Kletak yang terletak di Sungai Sengkarang, Desa Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, jebol. Akibatnya ribuan hektare lahan padi terancam kekeringan dan gagal tanam.
 
Ketua perkumpulan petani pemakai air (P3A) Kecamatan Kedungwuni, Suripto, mengatakan, irigasi induk yang jebol dan longsor ini mengairi areal Persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan Barat. Di antaranya Kecamatan Wonopringgo, Bojong, Wiradesa, Sragi, Wonokerto dan Siwalan.
 
“Luas areal pertanian padi sebelah barat yang dialiri air dari irigasi ini seluas 1800 hektare. Sementara yang sebelah timur mengaliri Kecamatan Kedungwuni, Buaran, dan Tirto dengan areal pertanian seluas 1530 hektare,” katanya, Jumat (29/04/2016).
 
Selain itu, kata Suripto, ada dua kelurahan di wilayah Kotamadya Pekalongan seluas 281 hektare. Sehingga total wilayah yang terancam kekeringan dan gagal tanam ada sekitar 3611 hektare.
 
Dikatakan Suripto, untuk lahan pertanian yang ada di wilayah timur sama sekali tidak dapat teraliri air. Sebab, saluran air yang mengalir ke arah timur putus total. Sedangkan yang mengalir kearah barat masih bisa diupayakan dengan menutup atau membendung di titik cabang pembagian saluran air.
 
Sementara itu Kepala Desa Surobayan, Fadilah, menambahkan kejadian berawal dari adanya lobang-lobang kecil di dinding irigasi. Selain itu, terdapat juga rekahan tanah di sekitar irigasi.
 
“Kejadian jebolnya irigasi ini Kamis (28/4/2016) kemarin sekitar jam 4 sore, karena tanah beregrak dan sudah ada lubang di dinding irigasi,” kata Fadilah.
 
Fadilah mengatakan, selama ini pemeliharaan saluran irigasi sangat kurang. Petugas tidak tau ada dinding yang berlubang dan bocor. Sehingga, dengan debit air yang meningkat, dinding irigasi yang bocor itu langsung jebol. Kemudian tanah di sekitar ikut longsor.
 
Ia berharap kepada pemerintah kabupaten pekalongan, agar segera menangani jebolnya saluran irigasi di bendung pesantren kletak ini. Setidaknya setengah dari total ribuan hektare areal persawahan di sebelah barat masih dapat diselamatkan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif