Salah satu tempat prostitusi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi
Salah satu tempat prostitusi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi (Kuntoro Tayubi)

2017 Tegal Bersih dari Tempat Prostitusi

prostitusi
Kuntoro Tayubi • 20 April 2016 17:45
medcom.id, Tegal: Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, akan menutup tempat prostitusi pada 2017. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Tegal saat ini tengah mendata jumlah pekerja seks komersial (PSK) di Tegal.
 
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Asistensi Sosial, Dinsosnakertrans Tegal, Faticha, mengatakan penutupan tempat prostitusi untuk mengurangi penularan penyakit HIV/AIDS dan melaksanakan program "Indonesia Bebas Prostitusi 2019".
 
“Ini mendasari surat edaran Menteri Sosial bahwa penutupan lokalisasi ditargetkan paling lambat 2019. Tetapi, Pemkab Tegal melaksanakan lebih awal, yakni 2017," kata Faticha, Rabu (20/4/2015).
 
Dinsosnakertrans menyebut ada 440 PSK di Tegal. Mereka tersebar di empat tempat di wilayah Pantura. Di antaranya, di tempat prostitusi Peleman Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi sebanyak 280 orang; di Gang Sempit Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, sebanyak 80 orang; di Wandan Desa Munjungagung, Kecamatan Kramat, sebanyak 65 orang; dan di tempat prostitusi yang terkenal dengan sebutan "Turunan" Desa Maribaya, Kecamatan Kramat, sebanyak 15 orang.
 
"Untuk tahap awal kami sudah mendata dan memverifikasi. Kemudian akan kita lanjutkan dengan pembinaan, sosialisasi, dan pelatihan keterampilan," ujarnya.
 
Pelatihan keterampilan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu pelatihan tata rias, tata boga, menjahit, dan pelatihan lainnya. "Kalau pelatihan ketrampilan bergantung kebutuhan. Kami belum bisa memastikan," kata dia.
 
Bagi PSK yang dirumahkan, kata Faticha, akan mendapat bantuan sebesar Rp5,1 juta per orang dari pemerintah pusat. Bantuan itu untuk modal usaha ekonomi produktif (UEP) Rp3 juta, jaminan hidup Rp1,8 juta, dan untuk biaya pulang ke rumah asal Rp300 ribu. Bantuan akan dikirim langsung melalui rekening.
 
Pengurus Tempat Prostitusi Peleman, Ozin, saat dikonfirmasi rencana penutupan lokalisasi mengaku tidak tahu. Dia bahkan belum menerima surat panggilan dari Dinsosnakertrans Tegal.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif