Mislan saat berburu madu hutan. (Foto: MTVN/Iswahyudi)
Mislan saat berburu madu hutan. (Foto: MTVN/Iswahyudi) (Iswahyudi)

Berburu Madu di Lereng Gunung Perahu

Iswahyudi • 17 April 2016 13:34
medcom.id, Batang: Sudah hampir 25 tahun, Mislam, warga Dusun Kesrug, Desa Wonosari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berburu madu lebah liar yang hidup di hutan, bebatuan, bahkan celah tebing.
 
Anggapan bahwa madu lebah liar memiliki lebih banyak manfaat ketimbang madu lebah ternak mungkin menjadi salah satu alasan Mislam masih menekuni profesinya sebagai pencari madu.
 
Dengan alat seadanya pemburu madu lebah liar seperti Mislam bisa mendapatkan madu hingga delapan botol setiap harinya. Perjuangan pemburu madu lebah liar ini penuh dengan risiko, salah melangkah saat meniti tebing terjal tempat para lebah bersarang, nyawa taruhannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mislam tak sendiri, saat berburu madu lebah hutan dia ditemani dua rekannya. Biasanya, Mislam menyusuri Gunung Perahu berbekal peralatan sederhana seperti tali dan golok saja. Sebelum sampai di sarang lebah yang biasanya terletak di celah tebing, Mislam lebih dulu harus berjalan kaki menyusuri jalan pinggir desa menuju Gunung Perahu.
 
Tak sampai di situ, Mislam juga harus melintasi pematang sawah, menyeberangi sungai hingga keluar masuk hutan untuk mendapatkan madu hutan dalam waktu sekitar satu jam. Sesekali Mislam mengeluarkan teropong kecil yang dia bawa untuk mencari sarang di kereng gunung atau celah tebing.
 
Tanpa pengaman atau penghalau lebah, pria 52 tahun ini mengambil sarang lebag sambil bergelantung di tali yang sudah ia tambatkan ke celah tebing. Kadang dia hanya membawa sarang kosong, namun seringkali dia membawa pulang sarang yang penuh dengan madu.
 
Sarang lebah penuh madu yang ia dapatkan ini akan langsung ia peras ke dalam botol-botol dan langsung didistribusikan ke sejumlah agen penjual madu lebah liar.
 
“Mencari sarang lebah harus jeli. Kebanyakan sarang lebah berada di tebing yang tinggi dan terjal. Sehari tidak tentu hasilnya kalau pas dapat sarang yang besar bisa 10 botol madu asli. Kalau sarangnya kecil paling hanya dua botol," kata Mislan.
 
Ketersediaan madu juga, kata Mislan, bergantung pada musim. Madu akan lebih mudah ditemukan saat cuaca cerah. Menurut Mislan, rasa madu dari lebah liar lebih manis dari madu yang sudah dicampur bahan lain. Madu lebah liar juga diyakini bisa menambah stamina dan berkhasiat bagi tubuh.
 
Adevian, salah satu konsumen tetap Mislan mengatakan madu asli biasanya tak mengundang semut karena tak mengandung gula tambagan.
 
"Saya sudah 8 tahun langganan beli madunya pak Mislan. Selain asli, saya juga tahu saat proses membuat madu. Rasanya pun berbeda dengan madu biasa," kata Vian.
 
Mislan membanderol madu hasil perburuannya dengan harga Rp80 ribu. Harga ini tergolong lebih murah ketimbang madu yang dijual di pasaran.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(MEL)
TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif