Sebab, pelayanan dan perawatan kesehatan yang sarat teknologi modern beroperasi selama 24 jam. Ini mengakibatkan tingginya penggunaan energi dan limbah.
Demikian disampaikan Nila saat Konferensi Nasional Health Promoting Hospital (HPH) 2016 di Hotel Royal Ambarukmo, Yogyakarta, Rabu, 3 Agustus.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Upaya pengurangan dampak perubahan iklim, antara lain dengan mendaur ulang sampah. Atau mengolah sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan pelayanan sehari-hari.
"Misal air hujan bisa didaur ulang. Minimal bisa untuk mandi pasien. Sampah didaur ulang untuk bikin plastik ramah lingkungan. Memang enggak mudah berubah. Saya minta untuk mencoba, step by step," tegas Nila di acara itu.
Selain itu, Nila mengimbau pengelola rumah sakit mempromosikan gaya hidup sehat kepada para pasien dan penghuni. Caranya, dengan mengedukasi pasien dan keluarga akan pentingnya gaya hidup sehat. Hal ini penting untuk mengurangi kasus pasien dirawat kembali. Juga, untuk peningkatan status kesehatan masyarakat sesuai visi Kementerian Kesehatan tahun 2019.
Konfrensi Nasional HPH bertujuan meningkatkan komitmen rumah sakit dalam merespons perubahan iklim dan meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan melalui program Green Hospital. HPH diadakan selama dua hari, Rabu-Jumat, 3-5 Agustus 2016 dan dihadiri oleh praktisi kesehatan dari seluruh Indonesia dan perwakilan WHO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(SAN)
