Badan Penanggulngan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara meminta warga di kawasan penggunungan untuk mengembalikan kondisi kontur tanah. Pasalnya, banyak area hutan di kawasan lereng gunung beralih fungsi menjadi lahan pertanian.
"Longsor yang kerap terjadi saat musim hujan bukan karena wilayah kita di daerah patahan, tapi karena adanya perubahan kontur tanah," kata Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayetno, Senin 9 Oktober 2017.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Lulus menjelaskan, perubahan kontur tanah itu lantaran adanya perluasan area pertanian oleh masyarakat. Contohnya, banyak lereng-lereng gunung yang kini ditanami pohon sengon yang usianya hanya beberapa tahun.
"Langkah kami sebagai antisipasi yaitu mendorong masyarakat mengembalikan kontur tanah dengan ditanami tanaman buah yang mengikat tanah, seperti pohon kopi. Sekarang sudah mulai berjalan di beberapa desa," beber Lulus.
Menurut Lulus, titik rawan longsor tersebar di Kecamatan Nalumsari, Mayong, Batealit, Pakisaji, Bangsri, Keling, dan Kecamatan Kembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
(NIN)
