Kambing sedang didandani. Foto: MTVN/Deo
Kambing sedang didandani. Foto: MTVN/Deo (Deo Dwi Fajar Hari)

Di Semarang, Penjual Beri Iming-iming Salon Kambing

idul adha
Deo Dwi Fajar Hari • 14 September 2015 21:33
medcom.id, Semarang: Jelang Idul Adha, penjual hewan kurban berlomba memberikan layanan terbaiknya pada pembeli. Di Semarang ada Gobing, tempat penjualan kambing kurban lengkap dengan fasilitas salon kambing gratis.
 
Jika mendengar kata salon, pasti terbayang perawatan rambut untuk manusia. Namun di salon kambing Gobing, para kambing yang akan dilayani mulai dari dibersihkan bulunya, dimandikan, sampai disisir rapi. 
 
Margo Santoso, 36, pemilik Gobing, di Jalan Arjuna Raya nomor 61 RT 05/02, Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Jawa Tengah, mengaku sudah menjual kambing sejak 14 tahun lalu.
 
"Gobing itu singkatan Margo kambing. Kalau tidak untuk Idul Adha, biasanya untuk Aqiqah," kata Margo sembari menarik satu kambing besar ke kamar mandi untuk dimandikan, Minggu (13/9/2015).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gobing mulai memiliki fasilitas salon kambing sejak 2009. Dalam sehari Margo bisa melayani 25 ekor kambing di salonnya. Tidak mudah baginya memandikan kambing karena mereka memberontak ingin lari.
 
Saat Metrotvnews.com datang Margo dan temannya sedang berusaha menarik seekor kambing ke kamar mandi terbuka yang berada di dekat kandang. Si kambing awalnya berontak, namun setelah air diguyur, kambing tersebut tenang dan Margo mulai menuang sabun dan sampo. "Sabun dan samponya biasa. Memang agak susah kalo kambingnya berontak," ujar Margo.
 
Fasilitas salon kambing tersebut, lanjut Margo, diberikan gratis kepada para pelanggannya. Bahkan, tidak hanya itu, ia juga rutin melakukan tes kesehatan, kontrol bagian mata, kaki, hingga memberi vitamin.
 
"Kotoran di kaki itu menimbulkan kutu. Terus biasanya di bawah kuping itu ada seperti gatal. Apalagi cuaca panas seperti  ini. Kutu itu dampaknya ke daging yang membuat kambing tak bisa gemuk. Saya juga beri nutrisi sentrat, tetes tebu, garam, vitamin, dan obat cacing," katanya.
 
Dengan pelayanan lengkap itu Margo tidak memberikan biaya tambahan. Ia tetap menjual harga kambingnya sekitar Rp2 juta hingga Rp4 juta. Menurut Margo, pelayanan gratis itu diberikan untuk kepuasan pelanggan. "Semua itu gratis termasuk ongkos kirim dalam kota. Biar pelanggan saya puas," tandas Margo.
 
Untuk pemasarannya, Margo melakukan dengan menyebar selebaran dan berita dari mulut ke mulut. Menurut Margo, daya tarik penjualan kambingnya memang ada pada salon kambing dan harganya yang lebih murah.
 
"Saya menjual antara 250 sampai 300 ekor kambing. Ini sudah terjual 150-an ekor. Pembelinya ada dari perorangan sampai perusahaan," katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(UWA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif