Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng. (Media Indonesia/Liliek Darmawan)
Dermaga Sodong di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng. (Media Indonesia/Liliek Darmawan) ()

Salah Satu Napi Nusakambangan yang Kabur Mantan GAM

tahanan kabur
22 Januari 2017 14:50
medcom.id, Cilacap: Dua narapidana kabur dari Lembaga Pemasyarakatan Klas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Salah satu napi kasus narkotika yang kabur adalah mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
 
Kepastian itu disampaikan oleh Kalapas Klas I Batu Pulau Nusakambangan Abdul Aris, seperti dilansir Antara, Minggu (22/1/2017).
 
"M Husein, 43, merupakan mantan anggota GAM. Kami berupaya maksimal agar M Husein dan Syarjani Abdullah, 40, dapat segera ditangkap kembali," katanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan pihaknya bersama Polres Cilacap, Kodim 0703/Cilacap, Pangkalan TNI AL Cilacap, Kopassus, dan masyarakat sekitar terus mencari dua napi yang kabur sejak Sabtu (21/1) siang.

Dua Tahanan Narkotika Nusakambangan Kabur


Dia menduga dua napi tersebut masih berada di Pulau Nusakambangan, belum menyeberang ke daratan Cilacap. Karena, mereka baru sekitar satu bulan menghuni Lapas Batu setelah dipindahkan dari Lapas Cirebon sehingga belum menguasai medan.
 
"Pejabat dari Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng telah datang, meninjau lapangan, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap petugas-petugas jaga," katanya.
 
Ia memastikan tidak ada petugas jaga yang terlibat dalam kasus kaburnya dua napi itu. Menurut dia, hal itu terjadi karena adanya keterbatasan jumlah pegawai di Lapas Batu.
 
"Yang dijaga ada 15 titik, sedangkan jumlah petugas jaga cuma enam orang. Mereka berjaga di Blok A, B, C, dan D, ada dua sayap, ada berapa orang, belum pos atasnya ada empat," katanya.
 
Selain itu, kata dia, di Lapas Batu juga terdapat blok baru yang ukurannya sangat besar. Sedangkan jumlah napi saat ini sebanyak 360 orang.
 
Terpisah, Kapolres Cilacap AKBP Yudho Hermanto mengatakan pihaknya telah meminta keterangan terhadap sejumlah saksi. Termasuk, meneliti rekaman kamera pengintai.
 
"Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak lapas untuk mengetahui kronologi kejadian termasuk yang bersangkutan terakhir dibesuk oleh siapa," katanya.
 
Menurut dia, pihaknya juga telah memperketat sejumlah pintu masuk dan keluar Pulau Nusakambangan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(SAN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif